Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

4 Bahan Makanan yang Tidak Perlu Dicuci Sebelum Diolah

ilustrasi telur (pexels.com/Klaus Nielsen)
ilustrasi telur (pexels.com/Klaus Nielsen)
Intinya sih...
  • Ayam mentah tidak perlu dicuci sebelum dimasak karena dapat menyebarkan bakteri seperti Campylobacter atau Salmonella
  • Jamur segar seperti Champignon atau portobello tidak perlu dicuci, cukup bersihkan dengan kain lembab agar teksturnya tetap padat dan lezat
  • Telur ayam yang sudah dibersihkan oleh produsen tidak perlu dicuci ulang karena lapisan pelindung alaminya bisa rusak, membuka jalan bagi masuknya bakteri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mencuci bahan makanan sebelum dimasak mungkin kerap dianggap sebagai langkah wajib untuk memastikan kebersihan dan kesehatan, namun tidak semua jenis makanan tersebut memerlukan proses pencucian sebelum nantinya benar-benar diolah. Ada pula beberapa jenis makanan yang justru akan rentan kehilangan nilai gizi, kualitas, atau bahkan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar perkontaminasi apabila dicuci sebelum dimasak.

Kebiasaan mencuci segala jenis bahan makanan tanpa panduan yang jelas justru bisa menimbulkan kesalahan umum, seperti kontaminasi silang atau merusak struktur alami pada bahan makanan tersebut. Oleh sebab itu, pahamilah beberapa bahan makanan berikut ini yang tidak perlu dicuci sebelum diolah agar bisa memastikan kondisinya tetap aman untuk dikonsumsi.

1. Daging ayam mentah

ilustrasi daging ayam (unsplash.com/Karyna Panchenko)
ilustrasi daging ayam (unsplash.com/Karyna Panchenko)

Daging ayam mentah ternyata tidak perlu dicuci sebelum dimasak karena proses pencucian justru bisa menyebarkan bakteri, seperti Campylobacter atau Salmonella ke area dapur melalui cipratan air yang ada. Bakteri tersebut biasanya akan mati pada saat ayam dimasak dengan suhu yang cukup tinggi, sehingga mencucinya justru tidak akan membawa manfaat apa pun dari segi kebersihan.

Mencuci ayam mentah justru bisa menyebabkan air bersifat ke berbagai peralatan dapur atau bahan makanan lain, sehingga bisa meningkatkan potensi kontaminasi silang. Oleh sebab itu, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan langsung memasak ayam dan juga memastikan kematangan yang merata hingga ke bagian dalam.

2. Jamur segar

ilustrasi jamur (pexels.com/Lucas Pezeta)
ilustrasi jamur (pexels.com/Lucas Pezeta)

Jamur segar terutama seperti Champignon atau portobello ternyata memiliki permukaan yang dapat menyerap air dan juga merubah teksturnya menjadi lebih lembek apabila dicuci dengan air mengalir. Kelembaban yang berlebih justru bisa mempercepat proses pembusukan dan pada akhirnya merusak cita rasa alami pada jamur.

Sebagai gantinya, jamur bisa saja dibersihkan dengan menggunakan kain bersih atau pun tisu dapur yang lembab agar bisa mengangkat sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel di permukaannya. Metode ini juga cukup efektif untuk menjaga tekstur jamur agar tetap padat dan juga lezat pada saat diolahm

3. Telur ayam yang sudah dikemas

ilustrasi telur (pexels.com/Dee Dave)
ilustrasi telur (pexels.com/Dee Dave)

Telur ayam yang telah melalui proses pembersihan dan pengemasan oleh produsen sebaiknya tidak langsung dicuci ulang, sebab lapisan pelindung alaminya habis yang terdapat pada cangkang bisa saja mengalami kerusakan. Lapisan tersebut memiliki fungsi penting untuk menghindari masuknya bakteri ke dalam telur melalui adanya pori-pori di bagian cangkang.

Mencuci telur justru akan membuka jalan bagi bakteri, seperti Salmonella untuk bisa masuk ke bagian dalamnya, khususnya apabila telur disimpan dalam suhu ruangan setelah proses pencucian berlangsung. Oleh sebab itu, sebetulnya lebih aman apabila telur ayam dapat langsung disimpan dalam kulkas tanpa melalui proses pembersihan terlebih dahulu.

4. Sayuran yang dibekukan

ilustrasi brokoli (pexels.com/Castorly Stock)
ilustrasi brokoli (pexels.com/Castorly Stock)

Sayuran beku yang dibeli dari dupermarket sudah melalui proses blansir dan pencucian sebelum nantinya dibekukan, sehingga tidak perlu dicuci kembali sebelum matinya dimasak. Justru mencuci sayuran beku bisa menimbulkan teksturnya menjadi lebih berair dan pada akhirnya mudah hancur pada saat dimasak.

Sayuran beku idealnya dapat langsung dimasukkan ke dalam masakan agar kualitas dan gizinya tetap terjaga dengan baik. Hal ini mempermudah proses memasak karena memang tidak perlu ada langkah tambahan dalam pengolahan bahan-bahan makanan tersebut, sehingga akan tetap aman pada saat dikonsumsi.

Mengetahui bahan makanan apa saja yang tidak perlu cuci sebelum dimasak untuk merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi di dapur. Setidaknya dengan mengikuti beberapa panduan di atas, maka bisa menghindari potensi kontaminasi dan juga mempertahankan cita rasa alami yang dimilikinya. Pahami bahan-bahan makanan apa saja yang memang sebaiknya tidak dicuci sebelum diolah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us