Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Buang Air Beras! Trik Bikin Nasi Tumpeng 17-an Kuning Mengkilap, Anti Basi
ilustrasi tumpeng (pexels.com/Andry Sasongko)
  • Air cucian beras kedua digunakan untuk merendam atau memblender kunyit, karena pati alami membantu warna kuning menempel merata dan lebih tajam pada bulir nasi.
  • Perasan jeruk nipis saat mengarung santan dan kunyit diklaim membuat warna lebih cerah serta permukaan nasi mengkilap; campuran beras pulen-ketan 10:1 membantu tumpeng tetap kokoh.
  • Beras dikukus dua kali dengan arungan santan berbumbu agar matang merata. Setelah matang, nasi perlu diangin-anginkan sebelum dicetak untuk mengurangi uap dan mencegah nasi cepat basi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia

Pembuatan nasi tumpeng kuning menjadi agenda di lingkungan RT, sekolah, dan instansi.

Saat proses mengarung beras

Tambahkan perasan jeruk nipis atau lemon ke santan dan bumbu kunyit agar warna nasi lebih cerah dan mengkilap.

15–20 menit

Kukus beras pertama kali tanpa santan hingga setengah matang.

Setelah nasi tumpeng matang

Ratakkan nasi di atas tampah beralas daun pisang dan kipas perlahan hingga uap panas berkurang sebelum dicetak.

dari pagi hingga malam

Nasi tumpeng yang dibuat dengan trik tersebut diharapkan tetap kokoh dan tidak cepat basi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah teknik pembuatan nasi tumpeng kuning untuk perayaan 17-an mencakup pemanfaatan air cucian beras, kunyit, jeruk nipis, beras ketan, pengukusan dua kali, dan pengurangan uap panas sebelum pencetakan.
  • Who?
    Warga di lingkungan RT, sekolah, dan instansi yang menyiapkan nasi tumpeng kuning untuk perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menerapkan langkah-langkah tersebut.
  • Where?
    Persiapan nasi tumpeng dilakukan di dapur atau lokasi pengolahan makanan sebelum tumpeng dipajang dalam kegiatan perayaan 17-an di lingkungan RT, sekolah, maupun instansi.
  • When?
    Teknik ini digunakan menjelang dan saat perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, ketika nasi tumpeng kuning disiapkan untuk kegiatan 17-an.
  • Why?
    Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk menghasilkan warna kuning yang merata, permukaan nasi mengkilap, bentuk tumpeng kokoh, kematangan merata, serta mengurangi embun yang dapat mempercepat nasi basi.
  • How?
    Air cucian beras kedua digunakan untuk kunyit; jeruk nipis ditambahkan ke arungan; beras ketan dicampur rasio 10:1; nasi dikukus dua kali; lalu nasi diangin-anginkan di atas tampah sebelum dicetak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Untuk tumpeng kuning 17-an, air cucian beras kedua jangan dibuang. Air itu dipakai untuk kunyit supaya warna nasi lebih kuning. Tambah jeruk nipis agar nasi mengkilap. Campur sedikit ketan supaya tumpeng kuat. Nasi dikukus dua kali, lalu didinginkan dulu sebelum dicetak agar tidak cepat basi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan tumpeng 17-an dapat menjadi lebih hemat dan kreatif dengan memanfaatkan air cucian beras yang biasanya dibuang. Pati alami dari air beras, dipadukan dengan kunyit, jeruk nipis, serta teknik pengukusan dan pendinginan yang tepat, memberi perhatian pada warna, tekstur, bentuk, dan daya tahan sajian selama perayaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, tradisi membuat nasi tumpeng kuning menjadi agenda wajib di berbagai lingkungan RT, sekolah, maupun instansi. Nasi tumpeng yang sempurna tak hanya dituntut memiliki rasa yang gurih, tetapi juga warna kuning yang cantik, permukaan mengkilap (glowing), serta tekstur yang tidak mudah basi saat dipajang seharian.

Sayangnya, banyak orang yang langsung membuang air cucian beras saat proses persiapan. Padahal, air beras menyimpan trik rahasia untuk menghasilkan tumpeng 17-an yang sempurna dan tahan lama!

Penasaran bagaimana caranya? Simak 5 trik rahasia bikin nasi tumpeng 17-an kuning mengkilap dan anti-basi berikut ini!

1. Manfaatkan Air Beras (Cucian Kedua) untuk Merendam Kunyit

ilustrasi air beras (shutterstock.com/Pixel-Shot)

Jangan buang air cucian beras Anda, terutama air cucian beras yang kedua (yang sudah bersih dari kotoran kasar).

Fungsi Rahasia: Air beras kaya akan kandungan pati alami. Gunakan air beras ini untuk memblender atau merendam parutan kunyit segar.

Pati dalam air beras membantu zat warna alami kunyit (kurkumin) menempel lebih kuat dan merata pada tiap bulir beras. Hasilnya, warna kuning tumpeng akan terlihat lebih tajam, natural, dan tidak gampang pudar.

2. Tambahkan Perasan Air Jeruk Nipis Agar Mengkilap (Glowing)

ilustrasi menambahkan air jeruk nipis (pexels.com/RDNE Stock project)

Ingin tampilan nasi tumpeng terlihat cerah, mengkilap, dan menggugah selera saat difoto? Kuncinya ada pada bahan dapur sederhana: jeruk nipis atau lemon.

Saat proses mengarung beras bersama santan dan bumbu kunyit, tambahkan 1–2 sendok makan perasan air jeruk nipis.

Asam sitrat pada jeruk nipis mengikat warna kuning kunyit agar terlihat lebih murni (tidak kusam) sekaligus memberikan efek kilau mengkilap alami pada permukaan nasi setelah matang.

3. Gunakan Campuran Beras Ketan Agar Tumpeng Kokoh dan Tidak Roboh

ilustrasi beras ketan (unsplash.com/Kseniya Nekrasova)

Masalah yang paling sering ditakuti saat membuat tumpeng adalah bentuk kerucutnya yang runtuh atau retak di tengah acara perayaan.

Trik Rasio: Campurkan beras pulen dengan sedikit beras ketan (perbandingan 10:1, misal 1 kg beras pulen dicampur 100 gram beras ketan).

Rendam beras ketan terlebih dahulu. Tekstur lengket dari beras ketan akan menjadi 'perekat alami' yang membuat struktur tumpeng padat, mudah dicetak, kokoh, namun tetap terasa lembut saat dikunyah.

4. Kukus Beras 2 Kali dan Pakai Daun Salam-Serai Segar

ilustrasi daun salam (pexels.com/Victoria Bowers)

Pengukusan yang matang merata adalah kunci utama nasi tumpeng bebas dari rasa mentah di tengah.

Kukus beras pertama kali (tanpa santan) selama 15–20 menit hingga setengah matang.

Pindahkan ke wadah, siram dengan arungan santan matang yang sudah dididihkan bersama kunyit, serai, daun jeruk, dan daun salam.

Biarkan meresap (karu), lalu kukus kembali hingga matang sempurna. Pengukusan dua kali ini memastikan santan matang merata dan tidak menyisakan kadar air berlebih.

5. Trik Anti-Basi: Buang Uap Panas Sebelum Dicetak

ilustrasi kukus nasi (commons.wikimedia.org/yosshi)

Penyebab utama nasi tumpeng cepat basi atau berkeringat adalah langsung mencetaknya ke dalam cetakan kerucut saat kondisinya masih panas membara.

Cara Benar: Setelah nasi tumpeng matang, keluarkan dari kukusan lalu ratakan di atas tampah bersih yang sudah dialasi daun pisang.

Kipas-kipas nasi secara perlahan hingga uap panasnya berkurang atau hilang.

Proses mengipas ini membuat bulir nasi semakin mengkilap, tekstur nasi lebih menyatu (tanak), dan mencegah timbulnya embun air yang menjadi penyebab utama bakteri pembusuk (bikin basi).

Dengan menerapkan trik sederhana ini, nasi tumpeng perayaan 17-an Anda dijamin tampil cantik mengkilap, harum gurih, kokoh berdiri, dan tahan dari pagi hingga malam tanpa takut basi! Selamat mencoba!

Curated For You

Editorial Team

Related Article