Lagi penat-penatnya diterjang deadline kerjaan dan macetnya jalanan ibu kota, tiba-tiba lidah langsung kangen berat sama gurihnya Nasi Liwet Solo. Bayangan duduk lesehan di pinggir jalan Kota Bengawan waktu malam hari, sambil disuguhi sepiring nasi hangat berbalut daun pisang dengan siraman kuah santan yang kaya rempah, rasanya jadi kemewahan yang sulit didapat di tengah gempuran fast food.
Mau beli di restoran khas Jawa di Jakarta, rasanya kadang ada yang kurang pas di lidah atau harganya bikin dompet menangis. Tenang! Kamu enggak perlu nunggu cuti lebaran buat pulang kampung. Yuk, bawa langsung kehangatan dapur Solo ke meja makan apartemen atau kosanmu lewat resep rumahan anti-gagal di bawah ini!
