Comscore Tracker

Jateng Dijatah 21 Juta Vaksin COVID-19, Ini Usia yang Jadi Prioritas

21.252.000 vaksin COVID-19 akan dikirim ke Jateng

Semarang, IDN Times - Para petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang akan turut memantau proses distribusi vaksinasi virus Corona di sejumlah daerah. 

1. BPOM akan awasi kualitas vaksin COVID-19 yang disalurkan bagi masyarakat

Jateng Dijatah 21 Juta Vaksin COVID-19, Ini Usia yang Jadi PrioritasWebsite BPOM

Kepala BPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhy Aryapatni mengungkapkan proses pengawasan akan dilakukan petugasnya dengan mengawal konsistensi mutu vaksin COVID-19. 

"Monitoring yang kita lakukan pada kualitas obat vaksin yang disalurkan kepada masyarakat dan bukan dari pelaksanaan vaksinasinya. Untuk sekarang kita sedang menunggu prosedur distribusinya seperti apa. Soalnya ini kan program pemerintah pusat," ungkapnya saat dikontak IDN Times, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Rentan Kena Corona, IDI Semarang Minta Nakes Disuntik Vaksin Lebih Dulu

2. Proses distribusi vaksin COVID-19 jadi kewenangan Dinkes

Jateng Dijatah 21 Juta Vaksin COVID-19, Ini Usia yang Jadi PrioritasIlustrasi Vaksin COVID-19 (Website/shutterstock.com)

Lebih jauh, ia bilang bahwa sistem penyaluran vaksin COVID-19 nantinya akan dikendalikan penuh oleh tim Dinkes di masing-masing kabupaten/kota. 

Pihaknya dalam waktu dekat akan meningkatkan koordinasi dengan Dinkes Jawa Tengah untuk mematangkan proses penyaluran vaksin COVID-19 bagi masyarakat.

"Kemungkinan, proses distribusinya melalui dinas-dinas kesehatan baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Jadinya tentunya kami akan koordinasikan setelah jelas prosedurnya," bebernya.

3. Sebanyak 21.252.000 dosis vaksin COVID-19 akan dikirim ke Jateng

Jateng Dijatah 21 Juta Vaksin COVID-19, Ini Usia yang Jadi PrioritasRelawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 melakukan tes cepat COVID-19 (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sedangkan, menurut Yulianto Prabowo, Kepala Dinkes Jateng, pihaknya akan mendapatkan alokasi vaksin COVID-19 sebanyak 21.252.000 dosis yang diperuntukan bagi masyarakat yang terbagi dalam golongan tertentu.

"Kita dapat jatah 21.252.000 dosis vaksin. Tapi gak seketika langsung dilakukan, harus bertahap. Hitungannya sasaran penduduknya sekitar 35 juta jiwa. Lalu yang dapat vaksin untuk warga berusia 18 tahun sampai 59 tahun," jelasnya.

Pihaknya kini sedang menyiapkan tenaga vaksinisatornya dan kesiapan petugas penyuntikannya. Sebab, distribusi vaksin COVID-19 harus membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

"Vaksinnya harus berada di tempat yang dingin. Disimpan dalam suhu minus 20 derajat celcius sampai minus 40 derajat. Kalau kulkas biasa tidak bisa. Kita perlu alat penyimpan. Ini juga yang harus kita siapkan," paparnya.

"Mungkin di kota besar tidak masalah. Tapi di kota kecil apalagi di kepulauan harus dipikirkan, Karimunjawa misalnya dan tempat lain sedang kita siapkan," imbuhnya.

4. Ada ribuan petugas vaksinisator yang dilatih tangani vaksin COVID-19

Jateng Dijatah 21 Juta Vaksin COVID-19, Ini Usia yang Jadi PrioritasPerawat ICU RSPP Modular Simprug, Novi Citra Lenggana (Dok. Humas RSPP)

Untuk jenis vaksinnya, katanya akan mengikuti skema teknis dari pemerintah pusat. 

"Kita gak tahu apakah mengadakan sendiri, dari sinovac atau lainnya juga belum tahu. Kalau fasilitas kesehatan yang akan melayani penyuntikan vaksinnya jumlahnya ada 1.228 titik. Petugas vaksinisatornya yang sudah dilatih sebanyak 2.708 orang. Nanti akan berkembang terus sesuai kondisi di lapangan," tandasnya.
 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Percepat Pengembangan Vaksin, Jokowi Bentuk Tim Nasional Vaksin COVID

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya