Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cinta Beda Agama, Kisah Pierre Tendean dan Rukmini yang Bikin Terenyuh

Kota Semarang
4 min read
Cinta Beda Agama, Kisah Pierre Tendean dan Rukmini yang Bikin Terenyuh
Pierre Tendean duduk berdampingan di bawah gazebo di sebuah rumah peristirahatan di Parapat, Danau Toba (awal 1987) (Buku "Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean/Abie Besman, 2019)
  • Pierre Tendean bertemu Rukmini Chaimin saat bertugas sebagai Komandan Peleton di Medan. Hubungan mereka berkembang serius meski sempat terhalang perbedaan agama dan penugasan Pierre.
  • Pada 1965, Pierre melamar Rukmini dan mereka menetapkan pernikahan pada November. Pierre bekerja sampingan sebagai sopir traktor serta mencari rumah kontrakan untuk mempersiapkan kehidupan bersama.
  • Malam 30 September 1965, Pierre dibawa pasukan setelah menghadapi pengepungan rumah Jenderal Nasution dan kemudian tewas. Rencana pernikahannya dengan Rukmini pun kandas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia, Kapten Pierre Tendean mempunyai kisah percintaan yang tak banyak diketahui. Semasa hidup, Pierre penah merajut hubungan dengan Rukmini Chaimin.

Cerita cinta mereka diungkap Pemerhati Sejarah Indonesia, Giuseppe Mazzini dalam utas yang diunggah lewat media sosial Twitter-nya. Pierre dan Rukmini diketahui sudah mempersiapkan acara pernikahan pada November 1965, tapi sirna akibat peristiwa G30S PKI. Simak stori Pierre dan Rukmini, yang dirangkum IDN Times berikut ini.

  1. 1. Dimulai saat Pierre bertugas di Medan

    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi
    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi

    Cerita cinta Pierre Tendean dimulai saat ia ditugaskan sebagai Komandan Peleton Batalyon Tempur 2, Kodam II Bukit Barisan di Medan. Kala itu Pierre berpangkat Letnan Dua.

    Saat bertugas di Medan itulah awal mula Pierre bertemu dengan pujaan hatinya.

    Saat ia tidak dalam keadaan dinas, diajak oleh kawannya bermain ke rumah Chaimin, salah satu tokoh terpandang di sana. Kunjungan Pierre menjadi berkesan ketika berjumpa dengan putrinya, Rukmini.

  2. 2. Langsung jatuh hati ke Rukmini

    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi
    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi

    Pierre dikenal cuek meskipun banyak digandrungi gadis-gadis semasa menjadi taruna. Namun ia begitu tertarik kepada Rukmini.

    Ketertarikan Pierre tak lain adalah sikap Rukmini yang lemah lembut, pemalu, dan tutur katanya yang sopan. Sebaliknya, Rukmini jatuh hati kepada Pierre bukan semata karena ketampanannya, tapi sikap humoris dan kecerdasannya.

    Dari hari ke hari pergaulan mereka semakin dekat hingga berlanjut ke jenjang yang lebih serius.

  3. 3. Mereka sempat menjalani LDR

    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi-Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu
    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi-Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu

    Saat libur berdinas, Pierre selalu menemui Rukmini, yang telah resmi menjadi kekasihnya.

    Kisah cinta Pierre dan Rukmini sempat terhalang restu orangtua masing-masing karena perbedaan agama. Bahkan kebersamaan sepasang kekasih itu juga harus terpisah lantaran Pierre mendapat panggilan sekolah intelijen, untuk ditugaskan ke operasi Dwikora.

    Khawatir terhadap Pierre, sang Ibu Cornet M.E mengajukan penarikan tugas bagi anaknya. Pengajuan tersebut dikabulkan dan Pierre menjadi ajudan Jenderal Nasution.

  4. 4. Komunikasi Pierre dan Rukmini lewat surat menyurat

    (Foto repro buku Pierre Tendean karya Masykuri 1983/1984) IDN Times/Rochmanudin
    (Foto repro buku Pierre Tendean karya Masykuri 1983/1984) IDN Times/Rochmanudin

    Rukmini senang menerima kabar kekasihnya tak lagi bertugas dalam operasi Dwikora. Sebab selama dalam operasi tersebut, mereka menjalani hubungan jarak jauh, dengan berkomunikasi lewat surat menyurat.

    Pada tahun 1965 itu, Pierre dan Rukmini mantap melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Pierre menulis surat ke keluarganya, minta doa restu untuk menikahi Rukmini.

    Saat mendampingi Jenderal Nasution bertugas ke Medan, pada 31 Juli 1965, Pierre menyempatkan diri menemui keluarga Rukmini untuk melamar. Hari pernikahan mereka telah disepakati pada bulan November tahun 1965.

  5. 5. Pierre rela jadi sopir traktor

    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu
    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu

    Keseriusan Pierre untuk menikahi Rukmini tidak main-main. Untuk menambah biaya pernikahan, ia rela setiap malam mengambil kerja sampingan sebagai sopir traktor meratakan tanah pembangunan proyek Monumen Nasional (Monas).

    Lebih dari itu, ia juga aktif mencari informasi rumah kontrakan di sekitar kawasan Menteng, Jakarta, untuk nantinya ia tempati bersama Rukmini, jika sudah menikah kelak.

  6. 6. Pierre mengaku sebagai Jenderal Nasution

    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu
    (Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi Wahyu

    Ketika terjadi pengepungan rumah Jenderal Nasution pada malam 30 September 1965, Pierre tidak dalam tugas piket. Dia telah menyerahkan tugas jaga kepada Komisaris Polisi Hankam Mansyur.

    Mendengar kebisingan suara tembakan, atas inisiatifnya ia lalu mengambil jaket dan senjatanya menghadapi pasukan itu.

    Tidak jelasnya instruksi operasi kepada pasukan Tjakrabirawa, membuat mereka salah tangkap dan tidak mengenali Jenderal Nasution. Mereka malah membawa Pierre.

  7. 7. Pernikahan mereka kandas

    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi
    Foto repro buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean) IDN Times/Anabel Yevina Mulyadi

    Rukmini harus mengubur dalam-dalam rencana pernikahannya dengan Pierre, yang akan dilangsungkan dua bulan lagi. Sebab sang kekasih tewas pada malam 30 September 1965.

    Tanggal 31 Juli 1965 ketika lamaran, menjadi pertemuan terakhir Rukmini dengan Pierre. Karena Rukmini berada di Medan, tengah menunggu kedatangan Pierre untuk penikahan pada November 1965.

    Hasil Visum et Repertum Kapten Anumerta Pierre Tendean terdapat beberapa luka tembak di tubuh. Diantaranya 2 di dada kanan, 2 di punggung kanan, 1 di leher belakang sebelah kiri, dan 1 di pinggul kanan. Ada luka lain juga akibat pukulan, yaitu satu di kepala kanan, satu di tulang ubun-ubun kiri, dan satu di puncak kepala.

    Pujaan hati Kapten Pierre Tendean, Rukmini Chaimin wafat belum lama ini. Yaitu pada 27 Juli 2019 dalam usianya ke-72 tahun, di Klaten, Jawa Tengah.

    Andai Pierre dan Rukmini resmi menikah, mereka telah merayakan 55 tahun usia pernikahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More