Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lika-liku Nelayan Tambaklorok Semarang Bertahan Di Kala Ombak Tinggi

Perahu nelayan Tambaklorok bersandar. IDN Times/Fariz Fardianto
Perahu nelayan Tambaklorok bersandar. IDN Times/Fariz Fardianto
Intinya sih...
  • Nelayan Tambaklorok Semarang menghadapi tantangan cuaca ekstrem
  • Hasil tangkapan menurun drastis akibat ombak tinggi, namun harga jual kerang malah naik
  • Danlanal Semarang mengingatkan nelayan untuk waspada dan berhati-hati di tengah cuaca buruk
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarungi luas samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa. 

Sepenggal lirik lagu ciptaan Ibu Sud di atas sangat pas menggambarkan getirnya perjuangan Imam Mahmud Hariyanto demi mendapatkan sesuap nasi. 

Seperti kebanyakan orang pesisir pantai, hamparan lautan lepas merupakan sumber kehidupannya saban hari. Ia yang menggeluti pekerjaan sebagai nelayan kerang mengakui ada banyak tantangan saat melaut di tengah cuaca ekstrem di bulan ini. 

Imam merupakan segelintir nelayan Tambaklorok Semarang yang masih berani mencari kerang meski cuaca kurang bagus. 

Dalam kondisi cuaca normal, Imam bisa menjaring kerang sebanyal 1–1,5 kuintal. Namun, saat cuaca ekstrem seperti sekarang, hasil tangkapan hanya berkisar antara 30 hingga 40 kilogram.

“Kalau ke laut kadang seminggu cuma tiga atau empat hari. Hasil tangkapan jelas menurun. Kalau cuaca ekstrem itu paling dapat 30 sampai 40 kilo. Kalau normal bisa satu kuintal sampai satu setengah kuintal,” ujar Imam, Rabu (7/1/2026). 

Berdasarkan pandangan matanya, cuaca ekstrem bisa jadi berlangsung sejak pertengahan Desember hingga saat ini. “Biasanya cuaca seperti ini dari Desember sampai Februari. Kalau tahun ini, mudah-mudahan Januari ini sudah puncaknya dan Februari bisa mulai membaik,” ujarnya.

Dengan ombak yang semakin meninggi, harga jual kerang justru tambah mahal. Bila situasi normal harga kerang dibanderol Rp5.000 per kilogram. Maka saat cuaca ekstrem bisa dibanderol Rp6.000-Rp7.000 per kilogram.

“Kalau cuaca ekstrem harganya bisa Rp6.000 sampai Rp7.000. Kalau normal ya sekitar Rp5.000-an,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan munculnya gelombang tinggi sangat membahayakan keselamatan nelayan. Saat ombak besar datang, nelayan kesulitan mencari kerang hijau karena gelombang laut menggerus hingga ke dasar laut.

Kondisi tersebut kerap menyebabkan tubuh nelayan terluka, bahkan sobek, akibat terseret ombak dan terkena tiram. Luka-luka tersebut, menurut Imam, tidak hanya menimbulkan rasa perih, tetapi juga berisiko menyebabkan penyakit dan gangguan kesehatan.

“Kalau ombak besar itu dampaknya berat buat nelayan. Mau mencari kerang hijau jadi sangat susah. Ombaknya menggerus sampai dasar laut, badan bisa luka-luka kena tiram. Itu bisa menyebabkan sakit,” keluhnya.

Menurutnya, gelombang laut yang tinggi membuat dirinya jarang melaut karena dinilai terlalu berisiko. Alhasil ia jarang dapat tangkapan kerang yang banyak. 

Ia pun berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada nelayan yang tidak dapat melaut akibat cuaca ekstrem, terlebih karena hasil tangkapan mengalami penurunan drastis.

“Harapan nelayan ya pemerintah bisa memperhatikan. Kalau nelayan tidak bisa melaut, kasihan anak istri,” kata Imam.

Danlanal Semarang ingatkan para nelayan hati-hati saat cuaca buruk

Danlanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto mengatakan dua bulan ke depan cuaca memang kurang bagus. Ia mengimbau nelayan waspada karena beresiko muncul gelombang tinggi. 

"Bulan Januari dan Februari ini cuaca mungkin kurang bagus. Jadi, disarankan kepada para nelayan yang akan melaut untuk hati-hati," tuturnya. 

Adapun dalam bersinergi dengan Pemprov Jateng, ia senantiasa menjaga komunikasi serta kolaborasi. Selama ini, pemerintah  Jawa Tengah memberikan dukungan optimal kepada TNI AL dalam menjalankan tugas.

"Kami dalam pengamanan di laut akan terus berkoordinasi dengan Forkopimda, satuan jajaran terkait, Kepolisian, Kejaksaan,  Denpom, sehingga tugas pokok semua stakeholder ini dapat terselenggara secara sinergis," ujarnya. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menerima silaturahmi Danlanal berkata hubungan antara Pemprov Jateng dengan Lanal Semarang berjalan dengan baik.

"Selamat datang di Jawa Tengah, dan semoga dapat berkolaborasi dengan Pemprov dalam menjaga keamanan dan kegiatan maritim," ujar Gus Yasin. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

Bakal Calon Rektor Unsoed Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Ini Daftarnya

09 Jan 2026, 16:01 WIBLife