Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

120 Jemaah Umrah Solo Sempat Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah

120 Jemaah Umrah Solo Sempat Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah
Walikota Solo, Respati Ardi menemui salah satu biro perjalanan haji dan umrah di Solo, pastikan jemaah aman dari konflik Timur Tengah. (Dok/ Prokompim Pemkot Solo)
Intinya Sih
  • Pemkot Solo memastikan pemulangan jemaah umrah asal Solo yang sempat terdampak konflik Timur Tengah berjalan aman, dengan sebagian besar jemaah telah kembali ke tanah air.
  • Wali Kota Respati Ardi mengimbau calon jemaah memilih penerbangan langsung agar lebih aman serta meminta biro perjalanan memberikan data akurat untuk memudahkan pemantauan.
  • Sekitar 120 jemaah sempat tertahan akibat perubahan jadwal, namun maskapai menyediakan akomodasi dan konsumsi hingga kepulangan mereka dapat dijadwalkan ulang dengan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan akan terus mengawal kepulangan jemaah umrah asal Kota Solo yang terdampak ketegangan konflik di Timur Tengah. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga membuka komunikasi bagi warga yang mengalami kendala kepulangan agar proses pemulangan bisa berjalan aman.

Respati mengatakan sebagian besar jemaah umrah asal Kota Bengawan sudah kembali ke rumah masing-masing, meskipun sempat mengalami keterlambatan penerbangan.

1. Ratusan Jemaah Sudah Kembali ke Solo

Ilustrasi melaksanakan ibadah umrah
Ilustrasi melaksanakan ibadah umrah (unsplash.com/Haidan)

Respati menjelaskan, ratusan jemaah umrah asal Solo yang sempat terdampak gangguan penerbangan kini telah tiba kembali di Indonesia. Namun beberapa jemaah masih harus menunggu penyesuaian jadwal penerbangan akibat perubahan rute yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia mengimbau para jemaah yang masih berada di luar negeri agar tetap tenang dan segera berkoordinasi dengan Pemkot Solo maupun Kementerian Haji dan Umrah.

“Kami berharap bagi warga yang ada kendala di sana terutama teritori warga Solo untuk bisa berkomunikasi dengan kami dan Kementerian Haji dan Umrah. Kami akan terus mengawal sampai kepulangan dengan baik,” ujar Respati usai bertemu perwakilan Kementerian Haji dan Umrah dan Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Rabu (4/3/2026).

Respati juga meminta para jemaah bersabar apabila penerbangan mereka mengalami penundaan karena perubahan jalur penerbangan.

2. Pemkot Solo Imbau Gunakan Penerbangan Langsung

IMG_7430.jpeg
Walikota Solo, Respati Ardi. (IDN Times/Larasati Rey)

Bagi warga yang tetap berencana berangkat umrah dalam waktu dekat, Respati menyarankan agar memilih maskapai dengan penerbangan langsung atau direct flight.

Menurutnya, penerbangan langsung dinilai lebih aman karena tidak melalui wilayah transit yang berpotensi terdampak konflik.

“Bagi yang mau berangkat umroh, kami mengingatkan sebaiknya gunakan maskapai penyelenggara yang dapat menjamin keselamatan untuk bisa berangkat dan pulang,” jelasnya.

Selain itu, Respati juga meminta biro perjalanan haji dan umrah untuk memberikan data jemaah secara akurat kepada pemerintah daerah. Pendataan tersebut penting untuk memastikan seluruh jemaah terpantau dan tidak ada yang tertinggal saat menjalankan ibadah.

3. Sebanyak 120 Jemaah Sempat Tertahan, Maskapai Sediakan Akomodasi

AhaTik_kak.itha5_6a0fddd2-b285-4444-acfc-b04a7ccf4bbe_(4).jpg
Suasana jemaah umrah asal Makassar saat terlantar dua hari di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi. (Dok Tiktok Kakitha).

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu menyebut sekitar 120 jemaah umrah asal Solo sempat tertahan akibat perubahan jadwal penerbangan.

Meski demikian, maskapai tetap memberikan fasilitas akomodasi selama para jemaah menunggu jadwal kepulangan.

“Kemarin sempat ada yang terpending 120 jamaah. Tapi Alhamdulillah semua difasilitasi oleh maskapai seperti hotel dan makan tiga kali sehari,” ujarnya.

Her menambahkan, hingga saat ini keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia masih berjalan normal. Hanya saja maskapai menghindari rute penerbangan yang melewati wilayah konflik.

Menurutnya, di wilayah Soloraya masih ada sekitar 25–30 keberangkatan jemaah umrah menuju sepuluh hari terakhir Ramadan hingga Syawal, dengan menggunakan penerbangan langsung seperti Lion Air dan Garuda Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More