Ditelan Lahar Dingin Merapi, 2 Penambang Pasir Ditemukan Meninggal

- Dua penambang pasir di lereng Gunung Merapi ditemukan meninggal setelah terseret banjir lahar dingin yang terjadi pada Selasa sore di wilayah Srumbung, Kabupaten Magelang.
- Tim SAR gabungan menemukan korban bernama Fuad dan Heru dalam kondisi meninggal dunia, masing-masing berjarak 2,1 kilometer dan 600 meter dari lokasi kejadian.
- Dua penambang lainnya, Maryuni dan Hasyim, masih dalam pencarian setelah keempatnya hanyut akibat derasnya arus lahar dingin saat hujan lebat mengguyur puncak Merapi.
Semarang, IDN Times - Dua penambang pasir lereng Gunung Merapi ditemukan meninggal dunia setelah terbawa arus banjir lahar dingin yang melanda lokasi tersebut Selasa sore kemarin.
Menurut informasi yang diterima Budiono, Kepala Basarnas Semarang, kedua korban atas nama Heru Setyawan (25) warga Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26) warga Ngargosoko, Srumbung Kabupaten Magelang.
“Hingga siang ini tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 2 korban atas nama Fuad dan Heru dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan tersangkut di antara batu sungai," ujar Budiono, Rabu (4/3/2026).
Korban pertama Fuad ditemukan pukul 06.00 WIB pagi di jarak 2,1 kilometer dan korban kedua atas nama Heru, ditemukan dijarak 600 meter dari lokasi pukul 07.37.
"Selanjutnya dibawa ke RSUD Muntilan," paparnya.
Dengan ditemukannya dua korban maka masih ada dua korban lagi yang dalam pencarian, yakni Maryuni dan Hasyim.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang terjadi di kawasan puncak Gunung Merapi mengakibatkan empat penambang pasir di desa Krinjing Srumbung Kabupateng Magelang tepatnya di aliran sungai Senowo hanyut diterjang lahar dingin saat melakukan aktivitas menambanga.
Akibat kejadian yang begitu cepat dan juga arus lahar dingin yang sangat deras, Keempatnya tak mampu menyelamatkan diri dan hanyut terbawa lahar dingin.

















