Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SMK Ma’arif NU 1 Wangon Luluskan 264 Siswa, Tampilkan MC Tiga Bahasa

SMK Ma’arif NU 1 Wangon Luluskan 264 Siswa, Tampilkan MC Tiga Bahasa
Tiga siswa yang menjadi MC yakni Arin, Azril, dan Syafa tampil memukau di panggung Purnawidya SMK Ma’arif NU 1 Wangon 2026 dengan konsep tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Arab. Percaya diri di hadapan ratusan tamu, mereka jadi simbol generasi muda yang siap melangkah sukses generasi berikutnya, Selasa (5/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • SMK Ma’arif NU 1 Wangon melepas 264 siswa dalam acara Purnawidya 2026 yang berlangsung meriah dengan kehadiran orang tua dan Forkopimcam.
  • Sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi lulusan, sementara beberapa siswa melanjutkan kuliah di universitas ternama.
  • Penampilan MC tiga bahasa menjadi simbol orientasi global sekolah, memperkuat kemampuan komunikasi lintas bahasa dan pemanfaatan platform digital untuk promosi sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyumas, IDN Times - SMK Ma’arif NU 1 Wangon meluluskan sebanyak 264 siswa kelas XII dalam prosesi Purnawidya tahun 2026 yang berlangsung meriah. Acara yang dihadiri orang tua siswa dan unsur Forkopimcam itu dipadati undangan, dengan hampir seluruh kursi terisi.

Sebelum prosesi inti, panggung diisi penampilan seni dari siswa kelas XI, mulai dari vokal hingga tari daerah. Namun, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan pembawa acara (MC) yang menggunakan tiga bahasa sekaligus yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ratna Lestari, mengatakan bahwa Purnawidya merupakan bentuk rasa syukur atas perjuangan siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan.

"Ini adalah momen pelepasan 264 siswa yang sudah melalui ujian dan dinyatakan lulus, sekaligus bentuk rasa syukur atas perjuangan mereka selama tiga tahun,"ujarnya kepada IDN Times, Selasa (5/5/2026).

1. Prestasi dan peluang kerja setelah lulus SMK

idntimes.com
Momen haru penyematan medali kelulusan pada Purnawidya SMK Ma’arif NU 1 Wangon 2026., Selasa (5/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Dari 264 lulusan, capaian akademik tertinggi diraih oleh Yus Setianingih dari kelas XII Akuntansi 1 dengan nilai 89,77. Prestasi tersebut menurut Ratna menjadi bukti konsistensi siswa dalam menjaga kualitas belajar.

Di sisi lain, sekolah juga menunjukkan keberhasilan dalam membuka peluang masa depan bagi siswanya. Ratna menyebut, pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan institusi, seperti dengan perusahaan karoseri mobil untuk jurusan teknik kendaraan ringan, Kantor Pos untuk manajemen perkantoran, mal untuk akuntansi, serta beberap rumah sakit untuk jurusan farmasi.

"Karena ini SMK, tujuan utamanya adalah siswa bisa langsung kerja, maka kami bekerja sama dengan banyak perusahaan, bahkan ada siswa yang sebelum lulus sudah diterima kerja atau magang,"jelasnya.

Selain langsung bekerja, sejumlah siswa juga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tercatat, satu siswa diterima di Universitas Jenderal Soedirman melalui jalur SNBP, sementara lainnya melanjutkan ke UIN Saizu, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan perguruan tinggi swasta lainnya.

2. Cerita dari Siswa Terbaik

idntimes.com
Yus Setiyaningsih, siswa lulusan yang meraih nilai tertinggi diantara 264 siswa sebut rajin belajar dan kurangi main gadget jelang ujian, Selasa (5/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Yus Setianingsih salah satu lulusan terbaik, mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari usaha dan kedisiplinan selama belajar. "Saya terus berdoa dan berusaha, belajar dengan serius saat ujian, dan mengurangi bermain HP,"katanya.

Meski memiliki peluang melanjutkan pendidikan, ia memilih untuk langsung bekerja guna mencari pengalaman. "Saya ingin kerja dulu untuk menambah pengalaman,"tambahnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada teman temannya agar merayakan kelulusan dengan cara yang positif. "Tidak harus konvoi atau foya foya, bisa dengan membuat video kenangan atau kegiatan positif lainnya,"ujarnya.

3. MC tiga bahasa jadi orientasi sekolah global

idntimes.com
Tiga MC bersama pembimbingnya sebut penggunaan tiga bahasa sebagai orientasi SMK sebagai sekolah global, Selasa (5/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Penampilan MC tiga bahasa menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menunjukkan kesiapan siswa menghadapi tantangan global. Dalam sesi tersebut, siswa menyampaikan pembukaan acara secara bergantian dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Salah satu siswa yang tampil, Azril Prasetya, mengaku sempat gugup saat pertama kali berdiri di atas panggung. "Awalnya grogi karena tampil di depan banyak orang, tapi ini jadi pengalaman berharga karena bisa belajar komunikasi dalam Bahasa Inggris,"katanya.

Pihak sekolah menyebut, penggunaan tiga bahasa sebagai bentuk penguatan kompetensi siswa, khususnya dalam kemampuan komunikasi lintas bahasa.

"Ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga ingin dikenal secara global. Bahasa menjadi salah satu indikatornya," kata Agus Triono yang menjadi pembimbing bahasa saat persiapan MC

Selain penguasaan bahasa, sekolah juga aktif memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk memperluas jangkauan informasi dan memperkenalkan profil sekolah ke masyarakat luas.

Share
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More