3 Tips Penting Mengolah Daging Kurban, Pasti Empuk dan Anti Prengus

- Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban, namun banyak orang kesulitan mengolahnya agar empuk dan bebas bau prengus.
- Daging bisa dibuat empuk dengan bahan alami seperti nanas, kiwi, atau daun pepaya, serta teknik presto dan potongan melawan serat.
- Bau prengus dapat dikurangi dengan tidak mencuci daging kambing berulang, membuang lemak berlebih, memakai rempah kuat, dan menyimpan daging sesuai kebutuhan di chiller atau freezer.
Semarang, IDN Times – Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban, baik sapi maupun kambing. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih mengalami kesulitan saat mengolah daging kurban, mulai dari tekstur yang alot hingga aroma prengus yang mengganggu, terutama pada daging kambing.
Agar hasil masakan lebih lezat dan menggugah selera, ada beberapa tips yang bisa diterapkan saat mengolah dan menyimpan daging kurban. Berikut tiga tips penting yang perlu diketahui.
1. Gunakan bahan alami agar daging empuk

Salah satu tantangan dalam mengolah daging kurban adalah mendapatkan tekstur yang empuk. Untuk mengatasinya, masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang mengandung enzim pelunak daging.
Beberapa bahan yang bisa digunakan antara lain nanas, kiwi, dan daun pepaya. Ketiga bahan tersebut diketahui memiliki enzim yang mampu membantu memecah serat daging sehingga teksturnya menjadi lebih lunak.
Selain menggunakan bahan alami, metode presto juga bisa menjadi pilihan untuk mempercepat proses pengempukan daging. Saat memotong daging, pastikan irisan dilakukan melawan arah serat agar hasil masakan tidak alot saat disantap.
2. Hilangkan bau prengus dengan teknik yang tepat

Bau prengus pada daging kambing sering kali menjadi alasan sebagian orang kurang menyukai olahan kambing. Padahal, aroma tersebut dapat diminimalkan dengan cara pengolahan yang tepat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari mencuci daging kambing secara berulang-ulang. Kebiasaan ini justru dapat membuat aroma khas kambing semakin kuat.
Selain itu, lemak berlebih sebaiknya dibuang karena menjadi salah satu sumber aroma prengus. Untuk memperkaya cita rasa sekaligus mengurangi bau, gunakan rempah-rempah dengan aroma kuat seperti jahe, serai, kapulaga, dan cengkeh saat memasak.
Kombinasi rempah tersebut tidak hanya membantu menghilangkan aroma yang kurang sedap, tetapi juga membuat masakan menjadi lebih harum dan nikmat.
3. Simpan daging dengan benar agar tetap segar

Penyimpanan yang tepat juga menjadi kunci agar kualitas daging kurban tetap terjaga. Sebelum disimpan, daging sebaiknya dibagi ke dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan memasak.
Daging juga tidak perlu langsung dicuci sebelum dibekukan. Mencuci daging sebelum penyimpanan justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan memengaruhi kualitas daging selama proses penyimpanan.
Untuk penyimpanan jangka pendek, daging dapat diletakkan di dalam chiller dan bertahan sekitar dua hingga tiga hari. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, daging bisa disimpan di freezer dan tetap layak digunakan hingga beberapa bulan.
Dengan menerapkan teknik pengolahan dan penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dengan tekstur empuk, bebas bau prengus, dan tetap aman dikonsumsi.

















