Polisi Ungkap Fakta Isu Teror Pocong Begal di Jateng yang Bikin Geger

- Polda Jateng memastikan isu teror 'pocong begal' yang viral di media sosial adalah hoaks hasil manipulasi video lama dengan lokasi yang diganti untuk menyesatkan publik.
- Kepolisian menjamin seluruh wilayah Jawa Tengah tetap aman dan kondusif, serta meningkatkan patroli malam di area rawan demi menjaga rasa aman masyarakat.
- Tim Siber Polri kini memburu akun penyebar hoaks tersebut dan mengimbau warga agar tidak mudah percaya, tidak main hakim sendiri, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
Semarang, IDN Times – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh narasi mencekam mengenai teror "pocong begal" yang disebut-sebut beraksi di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng). Konten yang menyebarkan rasa takut tersebut mendadak viral dan memicu keresahan massal di tengah masyarakat.
Merespons kegaduhan tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah langsung turun tangan. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa informasi mengenai teror mistis yang berujung kriminalitas tersebut adalah 100 persen hoaks.
Berikut adalah fakta di balik isu teror "pocong begal" yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian:
1. Modus Daur Ulang Video Lama dengan Ganti Lokasi

Berdasarkan hasil investigasi dari tim Patroli Siber Polda Jateng, konten-konten yang beredar tersebut merupakan hasil manipulasi. Pelaku sengaja menyebarkan video dan foto lama yang sama secara berulang-ulang.
Untuk meyakinkan netizen, pelaku mengubah narasi dan mengganti keterangan lokasi seolah-olah peristiwa tersebut baru saja terjadi di wilayah mereka. Konten menyesatkan ini tercatat menyebar di wilayah Kabupaten Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap.
2. Polda Jateng pastikan kondisi Jawa Tengah aman

Kombes Pol. Artanto memastikan bahwa situasi di seluruh wilayah yang dicatut dalam video hoaks tersebut sepenuhnya berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
"Kondisi wilayah-wilayah yang disebut tersebut tetap aman, tertib, dan kondusif, serta tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material," jelas Artanto di Semarang, Rabu (27/5/2026).
Meski sudah dipastikan sebagai berita bohong, Polda Jateng tidak mau kecolongan. Seluruh jajaran kepolisian di tingkat resort (Polres) hingga sektor (Polsek) tetap diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan guna menjamin rasa aman warga.
Polisi kini memperketat patroli malam, khususnya pada jam-jam rawan di area pemukiman, jalanan yang sepi, serta lokasi-lokasi yang minim penerangan jalan.
3. Akun penyebar hoaks kini diburu Siber Polri

Polda Jateng menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang sengaja menyebarkan ketakutan di masyarakat demi views atau popularitas di media sosial.
Saat ini, tim siber tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap akun-akun utama yang mengunggah dan menyebarkan isu "pocong begal" tersebut. "Apabila ada unsur kesengajaan (menyebar teror dan hoaks), akan kami tindak tegas," tegas Artanto.
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial yang belum jelas kebenarannya.
Jika warga menemukan hal-hal mencurigakan atau pergerakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), segera hubungi layanan kontak darurat 110 yang bebas pulsa. Polisi juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak mengambil tindakan sepihak. "Jangan main hakim sendiri. Utamakan keselamatan dan segera melapor," pungkasnya.

















