TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Target jadi Presiden, Ganjar Ingin Perbaiki yang Kurang dari Jokowi

Bisa gak nih, guys?

Calon Presiden yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo sedang diwawancara secara eksklusif oleh Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis di Puri Gedeh Semarang, Rabu (28/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Semarang, IDN Times - Calon presiden (capres) yang didukung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo memiliki target-target jika nanti terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Salah satunya memperbaiki kekurangan dari kinerja Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Dimana Ganjar Saat Penyerbuan Kantor PDI 27 Juli 1996 Pecah?

1. Jokowi kurang di komunikasi

Presiden Jokowi kunjungi IKN pakai jalur laut dari Balikpapan (dok.Sekretariat Presiden)

Ganjar mengatakan, ia akan melanjutkan semua program Jokowi kalau terpilih jadi presiden.

‘’Sudah pasti. Apa yang kurang dari Pak Jokowi saya perbaiki, yang sudah bagus kita lakukan percepatan,’’ ungkapnya dalam wawancara eksklusif dengan IDN Times, Rabu (29/4/2023).

Menurut Ganjar, ada banyak cerita dari orang-orang yang disampaikan kepadanya terkait kekurangan Jokowi dalam memimpin Republik Indonesia. Salah satunya masalahnya terkait komunikasi dan implementasi program.

‘’Ada banyak cerita yang orang sampaikan kepada kita, sampaikanlah kepada publik. Undang Undang Omnisbuslaw menjadi perdebatan panjang. Apa problem-nya? Problem-nya komunikasi, problem-nya implementasi. Saat komunikasi perlu melibatkan partisipasi publik,’’ ujar Gubernur Jawa Tengah itu.

2. Masalah utang kerap jadi perdebatan publik

(IDN Times/Arief Rahmat)

Upaya itu agar Indonesia menjadi bangsa yang cepat dan dalam setiap urusan tidak membutuhkan proses yang panjang.

‘’Mau gak kita jadi bangsa yang cepat? Kalau mau menjadi bangsa yang cepat, proses panjangnya harus diringkas. Ayo kita percepat,’’ tutur Siti Atiqoh itu.

Ganjar juga menyampaikan, banyak orang bercerita tentang utang negara. Hal itu kerap menjadi perdebatan publik. Namun, persoalan itu menurutnya bisa diselesaikan dengan duduk bersama.

‘’Orang kemarin bercerita soal utang negara. Wah nanti membebankan. Yuk kita duduk, bisa nggak kita mengoptimalkan kekuatan kita sendiri kalau tidak mau utang. Bagaimana politik perpajakan kita, bagaimana pengelolaan sumber daya alam kita, bagaimana sumber daya manusia kita, bagaimana environment kita jaga, apa kita tidak bisa,’’ jelasnya.

Baca Juga: Dicapreskan PDIP, Ganjar Sebut Megawati Punya Feeling Politik Luar Biasa

Berita Terkini Lainnya