TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jenazah Pasutri Korban Dukun Pengganda Uang Dikenali dari Baju

Jenazah pasutri dibawa ke Lampung

Kondisi kantong jenazah berisi tubuh pasutri atas nama Irsad dan Wahyu Triningsih yang sudah diautopsi DVI di RSUD Margono Purwokerto. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Banjarnegara, IDN Times - Setelah melalui proses identifikasi dan ante morthen, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengungkap dua jenazah yang dikubur di satu liang lahat di Wanayasa Banjarnegara.

Dua jenazah itu dikubur oleh Slamet Tohari, seorang dukun pengganda uang yang telah ditangkap Polres Banjarnegara. 

Baca Juga: Pasutri Warga Lampung Jadi Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Ini Namanya

Baca Juga: Pasutri Warga Lampung Jadi Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Ini Namanya

1. Dua jenazah pasutri diambil keluarganya

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto saat memeriksa kondisi peti jenazah berisi dua tubuh pasutri korban dukun pengganda uang di RS Margono Purwokerto. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Berdasarkan hasil identifikasi, kedua jenazah tersebut atas nama Irsad dan Wahyu Triningsih. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy berkata Irsad dan Wahyu merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Lampung. 

Dua jenazah korban dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Tohari alias Mbah Slamet diambil pihak keluarga. Jenazah teridentifikasi sebagai pasangan suami istri (pasutri) asal Lampung. 

2. Jenazah pasutri atas nama Irsad dan Wahyu Triningsih

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto ikut menggotong peti jenazah berisi tubuh pasutri atas nama Irsad dan Wahyu Triningsih. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Baik Irsad maupun Wahyu, kata Iqbal sama-sama beralamat di Desa Tanjung Rejo RT 1/IV Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. 

Irsad berumur 43 tahun. Sedangkan Wahyu Triningsih berumur 40 tahun. "Atas nama Irsad dan Wahyu Triningsih sudah teridentifikasi, keduanya diambil oleh anak dan pihak keluarga," ujar Iqbal. 

3. Baju dan foto korban ditemukan di lubang tanah

Slamet Tohari, seorang dukun pengganda uang di Banjarnegara saat dikeler ke lokasi kejadian. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Iqbal menyatakan dari proses identifikasi, polisi bisa mencocokan identitas jenazah dengan identitas yang dimiliki pihak keluarga. Di lubang tanah sekitar jalan setapak Hutan Balun, Wanayasa, ditemukan foto korban dan selembar baju yang dapat dikenali oleh anak korban. 

Berawal dari situlah, pihaknya langsung berusaha melakukan autopsi terhadap kedua jenazah itu. 

Baca Juga: Daftar Identitas Korban Dukun Pengganda Uang, Warga Diminta Lapor Polres Banjarnegara

Berita Terkini Lainnya