TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pakai Google Maps, Personel SAR Semarang Temukan Warga Hanyut Sejauh 19 Km

Warsiah ditemukan meninggal di Gubug Serut Tinjomoyo

Ilustrasi tim SAR (Dok Humas SAR Semarang)

Semarang, IDN Times - Sejumlah personel SAR Semarang berhasil mengevakuasi seorang warga Ngesrep, Banyumanik akibat hanyut terbawa arus sungai yang deras. Warsiah, nama warga tersebut ditemukan meninggal dunia sejauh 19 kilometer dari lokasi kejadian.

Dari penuturan personel SAR, kejadian tersebut bermula ketika Warsiah sedang berboncengan naik sepeda motor bersama temannya dari arah Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: 20 Wilayah Jateng Dilanda Cuaca Ekstrem, Jauhi Bantaran Sungai dan Lereng!

1. Warsiah jatuh ke selokan setelah motornya bersenggolan di jalan raya

Personel SAR Semarang disebar untuk melacak tubuh Warsiah yang hanyut terbawa arus sungai yang deras. (Dok Humas SAR Semarang)

Ketika itu, motor yang dinaiki Warsiah dipacu dalam kondisi hujan lebat. Nahasnya setibanya di Jalan Jenderal Sudirman atau tepat depan pabrik kue Nissin, motornya bersenggolan dengan pemotor lainnya.

"Ada dugaan motornya oleng, terus kedua korban terjatuh dan masuk ke dalam selokan depan pabrik Nissin. Satu orang berhasil diselamatkan dan ditemukan 300 meter dari lokasi kejadian. Tapi yang satu orang lagi hanyut terbawa arus air yang deras. Kebetulan pas kejadian lagi hujan lebat, debit air selokannya juga sangat tinggi," kata Muhammad Hadad, seorang anggota Basarnas Semarang kepada IDN Times via telepon.

2. Personel SAR menelusuri pakai Google Maps

Bgr.in

Hadad bilang setelah berkoordinasi, dirinya dibantu 50 relawan gabungan kemudian memutuskan melacak keberadaan korban yang hanyut ke sungai. 

Menurutnya para personel membutuhkan kejelian yang tinggi saat berusaha menelusuri tubuh korban di tengah arus sungai yang deras. 

"Kita pas kejadian mesti pakai Google Maps dan perangkat pengukur jarak yang terpasang di handphone untuk mengukur perkiraan jarak untuk mencari korban. Dengan cara itu, kita membagi 50 personel ke tiga titik pencarian," ujar Hadad yang ikut menelusuri jejak korban di sepanjang aliran sungai.

3. Upaya pencarian menempuh jarak 19 kilometer

Puluhan personel SAR berhasil menemukan Warsiah setelah mencari sejauh 19 kilometer. (Dok Humas SAR Semarang)

Ia berkata dengan arus yang deras, kondisi medan yang berbukit-bukit juga menyulitkan proses pencarian. Selain itu, bentuk selokan yang awalnya sempit, lama-kelamaan membesar dan arus air melewati lubang gorong-gorong yang lebar.

Hadad memperkirakan aliran air dari depan pabrik Nissin bermuara ke Sungai Banjir Kanal Barat Semarang.

"Jarak tempuh pencarian kurang lebih 19 kilometer. Kita mencari tubuh korban ke pinggir sungai lalu menuju Tinjomoyo, Semarang," urainya.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR akhirnya membuahkan hasil ketika menjelang Maghrib. Hadad berkata tubuh Warsiah ditemukan di sebelah Utara Gubug Serut. Dari awal kejadian jam 14.30 siang, korban baru ditemukan jam 17.45 sore. 

"Lokasi penemuannya sekitar 200 meter dari jembatan merah Tinjomoyo. Koban ditemukan sudah meninggal dunia. Kemudian kita buat tandu dari bambu untuk menggotong tubuh koban ke atas jembatan Tinjomoyo," bebernya.

Baca Juga: Banjir Masih Jadi PR Pemkot Semarang, Terkendala Normalisasi Sungai 

Berita Terkini Lainnya