TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Flyover Purwosari Solo Batal Dibuka Akhir Tahun 2020

Progres pembangunan 97,2 persen

Uji coba flyover Purwosari, Solo, Jawa Tengah. IDNTimes/Larasati Rey

Solo, IDN Times - Proyek pembangunan flyover Purwosari yang rencananya akan dibuka pada akhir tahun 2020 batal. Pasalnya, hingga kini progres pembangunan proyek berskala nasional tersebut baru mencapai 97,2 persen.

Baca Juga: Sah! Pemkot Surakarta Larang Perayaan Natal Tahun Baru di Kota Solo

1. Tahun baru belum bisa dilalui

Uji coba flyover Purwosari, Solo, Jawa Tengah. IDNTimes/Larasati Rey

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1,6 Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Jawa Tengah Kementerian PUPR, Alik Mustakim mengatakan progres pembangunan flyover Purwosari Solo sudah mencapai 97,2 Persen.

“Secara kontraktual rencana selesai 100 persen, 31 Maret 2021. Tetapi kami akan upayakan secepat mungkin. Target internal kami selesai akhir Januari,” katanya, Kamis (17/12/20).

Rencananya flyover Purwosari akan digunakan pada akhir tahun 2020, namun melihat proses pembangunan yang masih berlangsung, pihaknya belum bisa membuka flyover pada tahun baru 2021 mendatang, karena masih terdapat pekerjaan di luar pekerjaan kontraktual.

2. Gelar ujicoba selama enam hari

Uji coba flyover Purwosari, Solo, Jawa Tengah. IDNTimes/Larasati Rey

Pihaknya akan melakukan ujicoba jalur flyover pada 21-26 Desember, uji coba sendiri bertujuan untuk melihat kesiapan pembangunan sebelum nantinya resmi dibuka.

Alik menyampaikan, proyek yang dimulai sejak 8 Januari 2020 tersebut merogoh dana Rp104,6 miliar, proyek ditarget bisa selesai Maret 2021 mendatang. Menurutnya, proses pembangunan fisik hanya kurang pengerjaan minor, seperti cat carof, pemasangan lampu dan pemarkaan. Dibandingkan flyover lain, menurutnya, konsep flyover untuk perlintasan tidak sebidang sama dengan yang lain.

“Sebelum bergerak harus dapat izin prinsip dari Kemenhub. Di dalam izin itu ada ketentuan pokoknya. Jika perlintasan sebidang berubah menjadi tidak sebidang, baik itu flyover maupun underpass maka perlintasan sebidang harus ditutup, itu yang kadang masyarakat inginnya dua-duanyanya tetap fungsi,” katanya.

Baca Juga: Libur Natal 2020, Pemudik di Solo Dikarantina, Pelancong Diperbolehkan

Berita Terkini Lainnya