Comscore Tracker

Kelompok Anarko Dituding Picu Kericuhan Demo Omnibus Law di Semarang

Para intel sedang pantau gerakan anarko, ini ciri-cirinya

Semarang, IDN Times -  Kelompok anarko diduga kuat menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh yang menolak UU Omnibus Law di Semarang. Demo menolak UU Omnibus Law tersebut belum lama ini berakhir ricuh.

1. Kesbangpol anggap anarko menyusup ke gerakan mahasiswa

Kelompok Anarko Dituding Picu Kericuhan Demo Omnibus Law di SemarangANTARA FOTO/Ardiansyah

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jawa Tengah, Haerudin menyebutkan kelompok anarko menyusup ke Semarang melalui jalur-jalur khusus dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi.

Ia mensinyalir gerakan anarko tak cuma masuk ke Kota Semarang. Namun juga telah menyebar di Kabupaten Demak dan Kota Salatiga. Haerudin berkata jumlah anarko saat ini tidak terlalu banyak.

"Anarko sering pakai kode sendiri dengan cara provokasi dan ujaran kebencian melalui media sosial. Tentu mereka mempunyai jaringan," ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: UU Omnibus Law Disahkan, LP3ES: Pemerintah Otoriter, Meniru Gaya Orba

2. BIN dan para intel sedang pantau kelompok anarko

Kelompok Anarko Dituding Picu Kericuhan Demo Omnibus Law di SemarangGoogle

Pihaknya saat ini telah mendeteksi gerakan anarko dengan menelusuri bersama Badan Intelejen Negara (BIN), para intel di daerah. "Dan ada keterlibatan para anarko. Para anarko inilah masuk masuknya ke Semarang, Demak, Salatiga. Kita sedang pantau supaya bisa dikendalikan. Jangan sampai menghasut dan merusak," bebernya.

Para anarko yang berada di kalangan mahasiswa keberadaannya cukup mendapat sorotan khusus. Sebab, gerakan anarko yang mampu mempengaruhi anak-anak muda cenderung merepotkan.

3. Kelompok anarko pakai kode vandalisme untuk lawan kebijakan pemerintah

Kelompok Anarko Dituding Picu Kericuhan Demo Omnibus Law di SemarangWujud bangunan pinggir jalan yang dijadikan sasaran vandalisme oleh massa demonstrasi UU Cipta Kerja (Omnibus Law) pada Kamis, 8 Oktober 2020 (IDN Times/Aryodamar)

Gerakan anarko sering melakukan tindakan-tindakan yang kontra dan melawan kebijakan pemerintah. Anarko, katanya juga sering melakukan vandalisme yang menjadi kode tertentu bagi jaringan mereka.

"Mereka melakukan koordinasi dengan menggunakan kode tanda dan tulisan di tembok serta pagar. Dan tindakan itu Anarko yang tahu membaca simbol tulisan di pagar," akunya.

Baca Juga: Polisi Tangkap 50 Orang Diduga Anarko dalam Kericuhan Demo PA 212

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya