Comscore Tracker

Muncul Klaster COVID-19, Warung Kepala Manyung Bu Fat Disemprot Disinfektan

Warung makan Bu Fat hanya ditutup 3 hari

Semarang, IDN Times - Warung makan kepala Manyung Bu Fat, yang terletak di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat sedang diliburkan menyusul adanya kemunculan klaster penularan COVID-19. Untuk saat ini, warung makan kepala manyung Bu Fat ditutup untuk sementara waktu.

"Sesuai aturan seperti kita menutup pasar-pasar yang jadi klaster virus Corona, maka dari itu warung makan di Semarang Barat tersebut juga ditutup tiga hari terakhir," kata Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (11/9/2020).

1. Dinkes: Kalau masih ada kasusnya, ya penutupannya ditambah lagi

Muncul Klaster COVID-19, Warung Kepala Manyung Bu Fat Disemprot DisinfektanIlustrasi Warung Makan Kepala Mangut Bu Fat di Jalan Ariloka, Krobokan, Semarang. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Ia mengaku penutupan warung kepala manyung Bu Fat kemungkinan bisa diperpanjang jika masih ditemukan kasus penularan COVID-19 di lokasi tersebut. "Kalau masih ada kasusnya ya penutupannya bisa ditambah lagi," jelasnya.

Pihaknya mengaku lokasi warung makan kepala manyung Bu Fat sudah disterilisasi dengan disemprot disinfektan. Penyemprotan dilakukan pihak kelurahan bersama gugus tugas. "Warung makannya sudah disemprot disinfektan," ujar Hakam. 

Baca Juga: Klaster Warung Makan Manyung Bu Fat Semarang 20 Orang Positif COVID-19

2. Masih ada klaster COVID-19 di dua perusahaan besar di Semarang

Muncul Klaster COVID-19, Warung Kepala Manyung Bu Fat Disemprot Disinfektanunsplash.com/United Nations COVID-19 Response

Lebih lanjut lagi, pihaknya menyampaikan bahwa klaster COVID-19 hingga saat ini terus bermunculan di Semarang. Ia bilang saat ini ada penularan COVID-19 di kalangan aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan (nakes) serta rumah sakit. 

Selain itu, ada pula di dua perusahaan berskala besar yang beroperasi di wilayahnya yang ditemukan kasus virus Corona.

"Klaster-klaster lainnya masih tetap ada di Semarang. Ada penularan COVID-19 di dua perusahaan besar. Lokasinya ada di Semarang. Terus di lokasi lainnya masih tetap ada. Di lingkungan ASN, nakes dan lokasi rumah sakit," bebernya.

3. Ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 diklaim masih cukup

Muncul Klaster COVID-19, Warung Kepala Manyung Bu Fat Disemprot DisinfektanIlustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Pihaknya menekankan bila ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit saat ini mencukupi. Hakam menambahkan masih ada 839 tempat tidur di rumah sakit. Ditambah lagi 104 tempat tidur di gedung Diklat BKPP dan 200 tempat tidur tambahan di rumah dinas. "Semoga kita masih bisa mengcover masyarakat yang berobat baik dari Semarang maupun luar kota," paparnya.

Di sisi lain, pihaknya menyebutkan per hari ini, 11 September, jumlah kasus COVID-19 aktif yang terkonfirmasi mencapai 6.895 kasus. Rinciannya untuk Kota Semarang di angka 5.469. Sedangkan yang berasal dari luar kota ada 1.436. 

"Kemudian dari data itu, yang masih terkonfirmasi aktif 556, dan ada 389 kasus COVID-19 di Semarang dan 167 kasus atau 30 persen berasal dari luar kota," imbuhnya.

Baca Juga: Jadi Klaster COVID-19, Warung Kepala Manyung Bu Fat Semarang Buka Lagi

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya