Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dugderan Semarang 2026 Hadirkan Wajah Baru, Lebih Kolosal dan Inklusif

Wali Kota Semarang, Agustin memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum memimpin prosesi Dugderan untuk menyambut bulan Ramadan, Jumat (28/2/2025). (dok. Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang, Agustin memerankan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum memimpin prosesi Dugderan untuk menyambut bulan Ramadan, Jumat (28/2/2025). (dok. Pemkot Semarang)
Intinya sih...
  • Dugderan Semarang 2026 menghadirkan Festival Pasar Rakyat dengan konsep baru.
  • Acara tersebut lebih kolosal dan inklusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
  • Tradisi Dugderan tetap diadakan untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Tradisi Dugderan di Kota Semarang kembali digelar menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Festival Pasar Rakyat Dugderan tampil dengan wajah baru. 

1. Dugderan jadi panggung inklusivitas

ilustrasi dugderan (x.com/Jateng_Twit)
ilustrasi dugderan (x.com/Jateng_Twit)

Berlangsung mulai 7-16 Februari 2026, pasar rakyat Dugderan diselenggarakan di Kawasan Alun-alun Kauman Kota Semarang dan Pasar Johar. Pesta rakyat ini menyatukan berbagai keberagaman melalui tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”.

"Kita mengenal Dugderan sebagai tradisi, warisan budaya, tetapi tahun ini, kami ingin Dugderan menjadi panggung inklusivitas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bagaimana berbagai suku dan lintas usia menyatu dalam satu kesatuan pawai. Inilah identitas Kota Semarang yang terus kita banggakan sebagai rumah bagi harmoni,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Kehadiran atraksi Rampak Bedug serta dentuman drumband dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang akan menjadi salah satu daya tarik. Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan energi baru pada karnaval rakyat yang kini lebih banyak melibatkan komunitas seni lokal.

2. Sentuhan seni budaya yang lebih kaya

Tradisi Dugderan untuk menyambut bulan Ramadan di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Tradisi Dugderan untuk menyambut bulan Ramadan di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

“Tahun ini, kami juga memberikan sentuhan seni budaya yang lebih kaya dan melibatkan penampil dari berbagai komunitas seni di Kota Semarang. Kehadiran Rampak Bedug dan Drumband PIP juga memberikan nuansa megah yang menyatukan semangat muda dan tua dalam menyambut bulan suci,” terang Agustina.

Kemudian, untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan, kawasan Alun-alun hingga koridor Semarang Utara ditata dengan zonasi yang lebih rapi. Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo juga bertransformasi menjadi area bazar UMKM, sementara sisi Alun-alun Masjid Agung Semarang hingga Jalan Agus Salim dipadati dengan wahana permainan serta panggung hiburan rakyat yang menyuguhkan kesenian lokal hingga dangdut jadul "OM Lorenza".

3. Ruang ekspresi budaya dan penggerak ekonomi masyarakat

Kemeriahan suasana perayaan Dugderan di Jalan Ki Narto Sabdo Semarang terlihat saat memasuki akhir pekan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Kemeriahan suasana perayaan Dugderan di Jalan Ki Narto Sabdo Semarang terlihat saat memasuki akhir pekan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Agustina berharap Dugderan dapat menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil.

“Saya mengajak seluruh warga untuk datang dan merayakannya dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan saling menghormati. Pesan saya, tetap jaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama perayaan. Semoga semangat Dugderan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, serta membawa berkah bagi masyarakat dan Kota Semarang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, demi mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menerapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu petugas dan memanfaatkan sejumlah titik parkir resmi yang telah disiapkan di Gedung Parkir Masjid Agung Kauman, Parkir Basement SCJ Matahari, Basement Alun-alun Pasar Johar, serta sepanjang Jalan Alun-alun Timur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ketuk Pintu 9 Kelenteng di Pecinan Semarang Sambut Pasar Imlek Semawis

07 Feb 2026, 19:56 WIBNews