Menag Ungkap Ilmu Tasawuf Mampu Jinakan Pikiran Liar Manusia

- Nazaruddin Umar: Hanya tasawuf yang bisa selamatkan alam semestaLebih jelas lagi, Nasaruddin pun menyoroti bahwa selama ini tasawuf sering dianggap sebagai jalan sunyi yang terpisah dari realitas sosial dan alam.
- Konsep teofani dibedah di UIN WalisongoDi samping itu, saat berbicara di depan pimpinan UIN Walisongo, ia tak lupa membedah konsep teofani dan eksistensi manusia melalui terminologi sufi yang kompleks namun relevan.
- Dunia sedang berada di titik kerusakan ekologisPenjelasan mengenai hierarki spiritual dari Alam Ruh, Alam Malakut, hingga Alam Jabarut dipaparkan sebagai pondasi dasar mengapa manusia
Semarang, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar mengungkapkan pentingnya upaya transformasi ilmu tasawuf agar meningkat peran dalam khazanah ilmu teologi.
Ketika berbicara dalam forum akademisi di kampus UIN Walisongo Semarang, Nazaruddin berkata tasawuf bukanlah ilmu pelengkap. Melainkan ilmu yang perlu diterapkan untuk menggugah perasaan setiap manusia.
"Perlu ada pendekatan ulang pada teologi kita. Selama ini tasawuf dianggap kurang atau sekadar pelengkap, padahal tugas besar kita adalah mentransformasikannya," tegasnya, di Ruang Teater Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Jumat (6/2/2026).
Table of Content
1. Nazaruddin Umar: Hanya tasawuf yang bisa selamatkan alam semesta

Lebih jelas lagi, Nasaruddin pun menyoroti bahwa selama ini tasawuf sering dianggap sebagai jalan sunyi yang terpisah dari realitas sosial dan alam.
Namun, ia justru menegaskan bahwa tasawuf adalah kunci keselamatan masa depan bumi.
"Hanya tasawuflah yang bisa menyelamatkan alam semesta, dan hanya tasawuf lah yang mampu menjinakkan pikiran liar manusia yang eksploitatif," paparnya.
2. Konsep teofani dibedah di UIN Walisongo

Di samping itu, saat berbicara di depan pimpinan UIN Walisongo, ia tak lupa membedah konsep teofani dan eksistensi manusia melalui terminologi sufi yang kompleks namun relevan.
Nazaruddin mengajak audiens menyelami hakikat Nur Muhammad serta keseimbangan antara Makrokosmos (alam semesta) dan Mikrokosmos (diri manusia).
3. Dunia sedang berada di titik kerusakan ekologis

Penjelasan mengenai hierarki spiritual dari Alam Ruh, Alam Malakut, hingga Alam Jabarut dipaparkan sebagai pondasi dasar mengapa manusia tidak boleh merasa terpisah dari entitas kosmik lainnya.
Menukil lirik penyanyi balada Indonesia Ebiet G Ade, Nazaruddin mengingatkan akan bahaya jika manusia terus memunggungi alam.
Menurutnya, dunia saat ini sedang berada di titik nadir kerusakan ekologis akibat kegagalan manusia dalam memahami kedudukannya sebagai khalifah.
"Alam bersahabat dengan kita, tapi kalau kita tidak bersahabat dengannya, mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita," ujar mantan imam besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
4. Nazaruddin sempatkan Jumatan di masjid UIN Walisongo

Nasaruddin menekankan pengakuan atas hak-hak eksistensial alam. Manusia memiliki hak untuk hidup, namun alam pun memiliki hak untuk tidak dirusak.
Usai memberikan arahan strategis dan refleksi teologis, ia beserta rombongan bergerak menuju Masjid Walisongo Kampus 3 untuk melangsungkan salat Jumat berjemaah.
Kehadiran Nazaruddin di tengah-tengah mahasiswa dan dosen menciptakan suasana hangat yang merefleksikan kedekatan umara dengan para mahasiswa.

















