12 Asrama Polisi di Solo Dilalap Si Jago Merah, Gegara Obat Nyamuk

- Kebakaran melanda 12 rumah asrama polisi di Jalan Bhayangkara, Solo, Jumat sore; api diduga dipicu obat nyamuk yang belum padam dan cepat menjalar.
- Tidak ada korban jiwa karena penghuni berhasil menyelamatkan diri. Dua dari 12 rumah yang terbakar diketahui tidak berpenghuni, sementara warga dan pemadam membantu memadamkan api.
- Pemkot Solo menyiapkan Loji Gandrung serta fasilitas lain untuk pengungsian, memprioritaskan lansia dan anak-anak, sekaligus memperkuat mitigasi kebakaran di permukiman padat.
1. Diduga disebabkan oleh obat nyamuk

Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan dan warga turut bahu membahu memadamkan api. Berawal dari satu rumah, kemudian api cepat menjalar ke sejumlah rumah di sebelahnya. Dari 12 rumah tersebut, dua di antaranya tak berpenghuni.
Salah satu saksi, Dewi Pangastuti (54) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran diduga berasal dari pembakaran obat nyamuk dari sebuah rumah.
“Mungkin di sebelah tempat tidur, kan itu katanya udah dimatiin tapi belum dijejek (dimatikan tuntas) gitu. Mungkin kena bawahnya kasur itu kali," jelasnya.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut sejumlah penghuni berhasil menyelamatkan diri.
2. Siapkan pengungsian di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyiapkan Guest House Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung dan sejumlah fasilitas milik Pemerintah Kota Surakarta sebagai tempat pengungsian sementara.
Evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan, terutama lanjut usia dan anak-anak. Di lokasi pengungsian, Respati juga memastikan untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, mulai dari makanan, tempat beristirahat, hingga pakaian untuk anak-anak.
“Kita sudah siapkan dan akan segera mengevakuasi warga terdampak ke Guest House Loji Gandrung serta tempat-tempat milik Pemkot lainnya yang dapat digunakan sementara, terutama untuk lansia dan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada para penghuni asrama yang terdampak. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian kebakaran hari ini. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Respati.
3. Siagakan petugas Damkar

Respati menegaskan, Pemkot akan memastikan kebutuhan para penghuni terdampak terpenuhi selama proses evakuasi dan penanganan darurat berlangsung.
Selain penanganan warga, Respati menilai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat mitigasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemkot melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan akan meningkatkan pemetaan serta sosialisasi di wilayah yang memiliki risiko kebakaran.
“Permukiman padat akan terus kami intervensi dan sosialisasikan. Petugas Damkar Kota Surakarta juga siap siaga 24 jam untuk menangani risiko kebakaran,” tegasnya.





















