2 Tahun Vakum, Potret Grebeg Besar Keraton Solo Mulai Diarak Lagi

Surakarta, IDN Times - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali mengelar Grebeg Besar dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1453 H. Grebeg tersebut kembali digelar pertama kali setelah vakum selama dua tahun karena pandemik COVID-19.
Puncak acara Grebeg Besar tersebut yakni kirab dua buah gunungan yakni gunungan jaler (laki-laki) dan estri (perempuan) dari Keraton Surakarta menuju ke Masjid Agung Solo, pada Minggu (10/7/2022) pukul 10.00 WIB. Ratusan abdi dalem keraton ikut serta dalam peringatan yang digelar setiap satu tahun sekali tersebut.
Dua buah gunungan dikirab dengan diiringi musik gamelan monggang tersebut memiliki arti tersendiri, dimana Gunungan Jaler berisi hasil bumi sebagai simbol kesuburan, sedangkan Gunungan Estri berupa berbagai macam makanan kering matang sebagai simbol kelimpahan makanan.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta Muhtarom, mengatakan dua buah gunungan tersebut sebagai wujud syukur dan sedekah dari Keraton Kasunanan Surakarta.
"Wujud syukur Keraton kepada Tuhan yang maha esa, berupa sedekah makanan yang dibawa dari Keraton ke Masjid Agung dalam wujud gunungan yang didoakan dibagikan kepada yang masyarakat umum," jelasnya saat ditemui di Masjid Agung Solo, Minggu (10/7/2022).
"Yang jelas makna itu Idul Adha, kita sebagai manusia tentunya dalam hal-hal ini harus mengorbankan. Kita menanggalkan sifat kehebatan, kita meningkatkan sifat kemanusiaan humanisme. Lalu, syukur wujudnya juga sama dalam rangka mempertebal memperkaya jiwa humanisme setiap manusia," imbuhnya.
Lebih lanjut, Muchtarom menagatakan jika ada tiga Grebeg yang digelar oleh Keraton dalam satu tahun untuk memperingati hari besar keagamaan. Ketiga grebeg tersebut, yakni Grebeg Mulud yang diperingati pada 12 Rabiul Awal, Grebeg Syawal pada saat Hari Raya Idul Fitri, dan Grebeg Besar pada perayaan Hari Raya Idul Adha.
Ia mengaku jika tradisi tahunan tersebut, sempat ditiadakan selama dua tahun terakhir karena pandemi COVID-19. Namun, karena kasus COVID-19 di Solo melandai, akhirnya Grebeg Besar kembali digelar.
"Selama pandemi ini Keraton tidak mengadakan grebeg karena memang secara teknis dan prosesnya banyak orang berkumpul," jelasnya.
"Diganti dengan syukuran di dalam Keraton. Karena saat ini sudah kondisinya sudah membaik Keraton kembali melakukan tradisi dan dilestarikan karena kondisi normal dan membaik," lanjutnya.
Berikut foto-foto tradisi Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat;
1. Gunungan dikirab dan keluar dari kawasan Keraton Kasunanan Surakarta.

2. Pasukan prajurit keraton mengawal kirab dua gunungan dari Keraton menuju Masjid Agung.

3. Gunungan Estri (perempuan) harus diturunkun sejekan saat melewati area pepohonan di Alun-Alun Utara keraton.

4. Gunungan Estri (perempuan) dibawa oleh sejumlah abdi dalem dengan cara ditandu.

5. Gunungan Jaler (laki-laki) yang berisi hasil bumi sampai di kawasan Masjid Agung Solo.

6. Gunungan Jaler diperebutkan oleh warga yang sudah menunggu puncak peringatan Grebeg Besar tersebut.

7. Warga asal Boyolali memperoleh hasil dari Gunungan Jaler, ia percaya hasil bumi tersebut dapat mendatangkan berkah.

Itulah potret arak-arakan Gerebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan juga dalam memperingati Hari Raya Idul Adha 1453 H.



















