Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Tersangka Korupsi Pemkot Semarang Ditahan, Wali Kota Ita Menghilang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bekerja sama dengan Bank Jateng memberikan sejumlah bantuan pertanian berupa green house, rumah bibit, dan rumah kompos kepada SMP Negeri 16 Semarang, Jumat (17/1/2025). (dok. Pemkot Semarang)
  • KPK menahan 2 tersangka korupsi di Semarang, Martono dan Rachmat Utama Djangkar selama 20 hari
  • Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu tidak hadir pada beberapa agenda resmi, termasuk Upacara Hari Kesadaran Nasional
  • Humas Setda Pemkot Semarang menyatakan bahwa tidak ada agenda resmi Wali Kota Semarang, namun Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa pemeriksaan Ita ditunda
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dua tersangka terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jumat (17/1/2025). Mereka adalah Martono (Ketua Gapensi Semarang) dan Rachmat Utama Djangkar (Direktur Utama PT. Deka Sari Perkasa) yang sesuai rencana akan ditahan di rutan KPK selama 20 hari hingga 5 Februari mendatang.

1. Wali Kota dan suaminya belum ditahan

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tessa Mahardhika (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kendati demikian, KPK belum menahan dua tersangka lain, yaitu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri yang juga terkait kasus dugaan korupsi tersebut. Lalu, dimana keberadaan perempuan yang akrab disapa Ita itu?

Dalam pantauan IDN Times sejak Jumat (17/1/2025), ada beberapa agenda yang harus dihadiri Wali Kota Semarang. Namun, tidak semua agenda itu dihadiri Ita.

Ita tidak hadir pada Upacara Hari Kesadaran Nasional di Balaikota Semarang pada Jumat pagi. Namun, ia sempat menghadiri peresmian proyek tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kecamatan Tugu di antaranya penanaman padi biosalin di Kelurahan Mangunharjo yang melibatkan dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

2. Sempat meresmikan beberapa fasilitas di Semarang

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bekerja sama dengan Bank Jateng memberikan sejumlah bantuan pertanian berupa green house, rumah bibit, dan rumah kompos kepada SMP Negeri 16 Semarang, Jumat (17/1/2025). (dok. Pemkot Semarang)

Selain itu, Ita juga meresmikan beberapa fasilitas seperti embung geomembran di Kecamatan Tugu, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Mijen, serta rumah kompos, rumah bibit, dan greenhouse di SMP Negeri 16 Kota Semarang.

Meskipun, ia menghadiri agenda tersebut, Ita sudah tidak pernah kelihatan di kantornya di Balaikota Semarang sejak Jumat (10/1/2025). Demikian, pada Sabtu (18/1/2025), tidak ada informasi terkait agenda Wali Kota Semarang dari Humas Setda Pemkot Semarang.

Saat dikonfirmasi, Kasub Koordinator Komunikasi Pimpinan dan Pemberitaan, Siswo Purnomo mengatakan, bahwa tidak ada agenda wali kota hari ini.

3. Agenda wali kota hari ini kosong

Wisatawan berkunjung di Awanncosta di kawasan POJ City, Pantai Marina, Kota Semarang. (Instagram/@awanncostasemarang)

“Maaf, agenda ibu (Wali Kota Semarang, red) kosong. Beberapa turun dispo (disposisi, red),” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu (18/1/2025).

Lebih lanjut, Siswo mengatakan, agenda wali kota hanya menghadiri resepsi.

“Ibu agendanya hanya menghadiri resepsi saja,” imbuhnya.
Terpisah, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika dalam keterangan resmi menyampaikan, Ita dan suaminya Alwin Basri belum ditahan karena meminta pemeriksaan sebagai tersangka ditunda.

Editorial Team

Related Article