Ilustrasi (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Sedangkan bagi pasutri eks napiter lainnya yang ikut upacara, Ahmad Supriyanto dan Ika Puspita Sari warga Jawa Tengah sangat terbuka dan menerima eks napiter yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Ahmad mengatakan ia dan istrinya telah bebas dari penjara Januari kemarin. Pemprov telah membantu proses pembebasan dirinya. Dan juga memfasilitasi pernikahan dengan istrinya.
Ia berpesan kepada generasi muda, untuk dapat mempelajari agama melalui banyak guru. Sehingga, tidak hanya bersumber dari satu guru dan satu pemahaman saja. Hal ini berkaca pada pengalamannya bahwa selama terlibat aksi terorisme telah keliru memahami ajaran agama.
“Ceritanya panjang. Sebenarnya karena faktor ilmu, karena dulu kebodohan yang menyertai kami. Dan, ketika dalam penjara datang ilmu-ilmu yang belum pernah kami pelajari sebelumnya, akhirnya kami mengakui bahwa inilah NKRI yang harus kita perjuangkan. Belajarlah ilmu yang mana harus pada gurunya jangan satu guru saja, belajar dari banyak guru, karena satu guru hanya menyesatkan karena dia hanya taklid buta," ujar Ahmad.