Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Petugas KAI Jadi Korban Catcalling di Semarang, Pelaku Diblacklist
Suasana kepadatan penumpang kereta api di Poncol Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • KAI Daop 4 Semarang mencatat lima kasus pelecehan seksual sejak Januari-September 2026, melibatkan tiga petugas kereta dan dua penumpang.

  • Tiga petugas mengalami senggolan pada bagian tubuh, catcalling, dan siulan di gerbong; dua penumpang mengalami pelecehan saat berada di stasiun.

  • Lima pelaku telah diamankan dan diblacklist naik kereta selama setahun. KAI mengimbau korban atau saksi melapor kepada kondektur, Polsuska, petugas stasiun, atau Contact Center 121.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari-September 2026

Daop 4 Semarang mencatat lima kasus pelecehan seksual terhadap tiga petugas dan dua penumpang kereta api.

Kamis (22/10/2026)

KAI Daop 4 Semarang menyatakan lima pelaku telah ditangkap dan dikenai larangan naik kereta selama setahun melalui proses internal.

hari ini

KAI mengadakan Talkshow Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Semarang Tawang untuk meningkatkan kesadaran dan keberanian melapor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima kejadian pelecehan seksual tercatat di wilayah Daop 4 Semarang, termasuk catcalling, siulan, dan sentuhan pada bagian tubuh petugas serta penumpang.
  • Who?
    Tiga petugas KAI dan dua penumpang menjadi korban. Lima pelaku telah diamankan petugas keamanan Daop 4 Semarang dan dikenai larangan naik kereta selama satu tahun.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di gerbong kereta api dan stasiun wilayah Semarang, dengan beberapa kasus terjadi pada kereta jarak jauh jurusan Semarang.
  • When?
    Lima kejadian tercatat sejak Januari hingga September 2026. Keterangan disampaikan Luqman Arif di Stasiun Semarang Tawang pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Why?
    Pelaku melakukan tindakan pelecehan terhadap petugas dan penumpang. Motif para pelaku per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Petugas keamanan Daop 4 Semarang menangkap lima pelaku melalui penindakan internal. KAI meminta korban atau saksi melapor kepada kondektur, Polsuska, petugas stasiun, atau Contact Center 121.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, tiga petugas kereta dan dua penumpang mengalami pelecehan. Ada yang disentuh, disiuli, dan dipanggil tidak sopan. Lima pelaku sudah ditangkap petugas KAI. Mereka tidak boleh naik kereta selama satu tahun. KAI meminta orang yang melihat atau mengalami hal ini segera bilang kepada petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons KAI Daop 4 Semarang menunjukkan perhatian nyata terhadap rasa aman petugas dan penumpang. Penangkapan pelaku, larangan naik kereta selama setahun, serta penyelenggaraan talkshow antipelecehan memperlihatkan bahwa laporan korban ditindaklanjuti. Penguatan edukasi, kesiapsiagaan petugas, dan perlindungan privasi korban turut membangun ruang perjalanan yang lebih waspada dan suportif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sejumlah aksi pelecehan seksual mencuat sepanjang tahun ini di dalam gerbong kereta api maupun beberapa stasiun wilayah Semarang. Daop 4 Semarang menemukan lima kejadian pelecehan seksual yang dialami para petugas serta penumpang kereta api sejak Januari-September 2026.

Tiga petugas dan dua penumpang jadi korban pelecehan seksual

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menuturkan dari lima kejadian, tiga di antaranya dialami petugasnya. Sedangkan dua korban lainnya dari penumpang kereta api.

"Ada lima kejadian pelecehan seksual selama tahun ini. Dan tiga terjadi pada petugas kita di atas kereta dan dua di stasiun," kata Luqman di Stasiun Tawang Semarang, Kamis (22/10/2026).

Ada yang disenggol dan disiulin

Penandatanganan petisi pemberantasan kekerasan seksual di kereta api. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia berkata ketiga petugasnya dilecehkan saat bertugas di gerbong karena bagian tubuhnya disenggol oleh penumpang. 

Bahkan ada petugas juga mengalami catcalling dan ada juga yang disiulin oleh penumpang. Sementara dua penumpang terkena pelecehan seksual saat berada di stasiun.

"Ada (petugas) yang kena catcalling, disuit-suit dan menyenggol bagian tubuh tertentu," tambahnya.

Korban pelecehan seksual diminta berani lapor ke kondektur kereta

Seorang calon penumpang kereta api menunjukan tiket digital kepada petugas boarding Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Luqman mengaku prihatin atas kejadian pelecehan seksual di gerbong. Apalagi kejadiannya kerap dilakukan di dalam kereta jarak jauh jurusan Semarang.

Atas ulah tersebut, kelima pelaku berhasil ditangkap oleh petugas keamanan Daop 4 Semarang. Proses penindakan dilakukan secara internal.

Namun sebagai efek jera, pihaknya menjatuhkan hukuman larangan naik kereta api selama setahun lamanya.

"Kami prihatin atas kejadian ini. Pelakunya ketelah kami lakukan penyelidikan internal maka dihukum setahun tidak boleh naik kereta api atau diblacklist. Prosesnya sudah  kami tuntaskan di internal kami," ungkapnya.

Pihaknya pun menyarankan kepada para petugas maupun penumpang kereta api supaya berani melaporkan setiap tindakan pelecehan seksual kepada pihak KAI maupun petugas keamanan stasiun.

"Kami imbau agar penumpang juga berani lapor kepada petugas supaya kita lakukan pemeriksaan secara menyeluruh," jelasnya.

Pihaknya hari ini juga mengadakan Talkshow Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Semarang Tawang yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong keberanian untuk melapor, serta memperkuat upaya menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan bebas dari pelecehan seksual.

Ia mengimbau penumpang yang mengalami atau menyaksikan pelecehan seksual untuk segera melapor kondektur, petugas pengamanan kereta api (Polsuska), atau petugas stasiun dan juga melalui KAI Contact Center 121.

Bagi KAI, keselamatan dan rasa aman pelanggan maupun petugas merupakan prioritas. 

Pihaknya ingin memastikan setiap penumpang dapat melakukan perjalanan dengan tenang, tanpa rasa takut terhadap tindakan pelecehan seksual. "Karena itu, kami terus memperkuat edukasi, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, dan memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara serius dengan mengutamakan keselamatan serta privasi korban," paparnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article