Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Trik Jitu Bawa Oleh-oleh Tempe Naik Pesawat Tanpa Takut Meledak
Tempe mentah (freepik.com/Edgunn)
  • Pilih calon tempe yang baru diberi ragi, belum berjamur putih atau hangat, lalu gunakan plastik utuh tanpa lubang agar fermentasi dan produksi gas terhambat.

  • Kemasan disarankan divakum, dibungkus koran serta bubble wrap, lalu diletakkan di tengah koper bagasi karena suhu dingin membantu memperlambat fermentasi selama penerbangan.

  • Setelah tiba, segera keluarkan tempe, tusuk kecil plastik agar oksigen masuk, lalu angin-anginkan di tempat teduh pada suhu ruang selama 24-36 jam hingga matang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mau bawa tempe naik pesawat, kita beli calon tempe yang belum putih. Tempe dimasukkan ke plastik rapat tanpa lubang, lalu dibungkus koran dan plastik pelindung. Tempe ditaruh di koper bagasi. Saat sudah sampai rumah, plastiknya ditusuk kecil-kecil supaya tempe bisa jadi putih dalam 24 sampai 36 jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bawa pulang makanan khas daerah memang wajib hukumnya saat bepergian. Tapi, pernah terbayang ngerinya bawa tempe mentah masuk ke dalam koper, lalu tiba-tiba meledak saat terbang? Proses fermentasi tempe sejatinya butuh oksigen dan akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) serta panas. Kalau kemasannya salah—apalagi ditambah perubahan ekstrem tekanan udara di bagasi—bungkusan tempe bisa menggembung parah dan bikin seisi koper berantakan!

Tenang, kamu tidak perlu parno duluan. Berdasarkan panduan langsung dari para perajin andal di Rumah Tempe Indonesia (RTI), ada trik khusus membawa superfood lokal ini melintasi udara dengan aman. Yuk, simak panduan anti-meledak berikut ini!

1. Rahasia Pemilihan Tempe (Paling Krusial)

tempe yang dibungkus daun pisang (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Jangan keburu tergoda membeli tempe yang sudah berwarna putih matang. Rahasia utamanya justru terletak pada pembelian "calon tempe", yaitu kedelai yang baru saja diberi ragi. Ciri-cirinya sangat mudah dikenali: butiran kedelai masih terlihat jelas dan permukaannya belum terasa hangat.

Pastikan juga meminta pedagang untuk memasukkan kedelai ragi tersebut ke dalam plastik kemasan utuh yang sama sekali belum ditusuk. Tujuannya sangat masuk akal, tanpa adanya oksigen di dalam plastik, ragi tempe akan masuk ke fase hibernasi (tertidur) selama perjalanan. Hasilnya, gas tidak akan diproduksi dan risiko meledak jadi nol persen.

2. Teknik Packing Vakum di Koper

ilustrasi tempe (pixabay.com/mochawalk)

Setelah mendapat calon tempe yang pas, saatnya melakukan packing juara. Sangat disarankan untuk menggunakan metode vakum rumahan untuk menyedot habis udara di dalam plastik. Setelah itu, bungkus tempe dengan beberapa lapis kertas koran untuk menyerap kelembapan ekstra, lalu beri pelindung tambahan berupa bubble wrap sebagai tameng benturan.

Hindari membawa paket ini ke dalam kabin. Masukkan bungkusan tempe tepat di bagian tengah koper bagasi. Suhu di dalam ruang bagasi pesawat cenderung jauh lebih dingin dibandingkan suhu kabin, dan kondisi ini menjadi trik rahasia yang sangat efektif untuk memperlambat proses fermentasi selama penerbangan berlangsung.

3. Penanganan Ekstra Cepat Begitu Tiba di Tujuan

Tempe kedelai sebagai produk fermentasi

Perjalanan udara selesai, tapi tugas kamu belum usai. Begitu menjejakkan kaki di rumah, wajib langsung bongkar koper dan keluarkan bungkusan tempe tersebut. Jangan membiarkannya terlalu lama tertahan di dalam koper yang pengap.

Ambil jarum atau tusuk gigi, lalu berikan tusukan-tusukan kecil di seluruh permukaan plastiknya. Langkah ini krusial supaya oksigen bisa kembali masuk. Cukup tusukan kecil saja, jangan membuat robekan besar agar tempe terhindar dari kontaminasi bakteri luar. Terakhir, angin-anginkan bungkusan di tempat teduh pada suhu ruangan. Tunggu sekitar 24 hingga 36 jam, jamur putih khas tempe akan merata dan siap diolah jadi hidangan lezat.

Membawa oleh-oleh tempe mentah ke luar kota bukan lagi misi berbahaya kalau kamu tahu trik pengemasan yang tepat. Dari mulai memilih calon tempe sampai proses pematangannya di rumah, semuanya sangat praktis dipraktikkan. Punya pengalaman unik atau drama lucu saat bawa oleh-oleh makanan naik pesawat? Yuk, ceritakan pengalaman serumu di kolom komentar bawah!

Curated For You

Editorial Team

Related Article