Bukan di Kantong Plastik! Ini Trik Simpan Tempe di Kulkas biar Gak Cepat Busuk dan Kecut

- Tempe cepat busuk jika disimpan dalam kantong plastik karena uap air terperangkap, menciptakan kelembapan tinggi yang memicu pertumbuhan bakteri pembusuk.
- Trik penyimpanan efektif meliputi membungkus tempe dengan kertas atau tisu dapur, menaruhnya di wadah kedap udara, menabur sedikit garam, dan menyimpannya di rak kulkas utama.
- Tempe yang mulai rusak ditandai tekstur berlendir, warna menghitam merata, serta bau asam menyengat; namun tempe agak kecut masih bisa dimanfaatkan untuk masakan tradisional seperti sambal tumpang.
Tempe adalah salah satu bahan makanan wajib di dalam kulkas masyarakat Indonesia. Selain harganya murah dan kaya protein, tempe sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu lezat. Namun, masalah utama dari tempe adalah sifatnya yang mudah sekali mengalami pembusukan, menghitam, dan rasanya berubah menjadi kecut jika salah disimpan.
Kebiasaan paling umum yang sering dilakukan adalah langsung memasukkan tempe yang masih terbungkus kantong plastik bawaan dari pasar ke dalam kulkas. Padahal, trik ini justru membuat tempe cepat rusak, Lur!
Agar tempe persediaanmu tetap segar, padat, dan tidak kecut hingga berhari-hari, yuk simak trik menyimpan tempe di kulkas yang benar berikut ini.
Mengapa Kantong Plastik Bikin Tempe Cepat Busuk?
Tempe merupakan makanan hasil fermentasi yang dihasilkan oleh jamur Rhizopus oligosporus. Jamur ini adalah organisme hidup yang masih terus "bernapas" dan melakukan proses metabolisme meskipun tempe sudah jadi.
Ketika tempe dibungkus rapat di dalam kantong plastik kedap udara, uap air hasil respirasi jamur akan terperangkap di dalam plastik. Hal ini menyebabkan kondisi di dalam plastik menjadi sangat lembap. Kelembapan yang tinggi inilah yang memicu bakteri pembusuk berkembang biak dengan cepat, membuat tempe menjadi berlendir, menghitam, dan mengeluarkan aroma asam atau kecut.
1. Trik Menyimpan Tempe yang Benar di Kulkas

Untuk menyiasatinya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah mudah di bawah ini agar tempe awet hingga 3–5 hari ke depan:
- Gunakan Wadah Kedap Udara (Food Container)
Keluarkan tempe dari kantong plastik aslinya. Pindahkan tempe ke dalam wadah plastik atau kaca yang memiliki tutup rapat (thinwall atau wadah kedap udara lainnya).
- Bungkus dengan Kertas atau Tisu Dapur
Sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara, bungkus tempe terlebih dahulu menggunakan kertas putih bersih atau tisu dapur tebal. Tisu atau kertas ini berfungsi untuk menyerap uap air berlebih, sehingga permukaan tempe tetap kering namun kelembapannya terjaga.
- Taburi Sedikit Garam di Sekitar Wadah
Jika kamu ingin menyimpannya lebih lama, taburkan sedikit garam dapur di dasar wadah sebelum meletakkan tempe. Garam bertindak sebagai antiseptik dan pengawet alami yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
- Jangan Dipotong-potong
Biarkan tempe tetap dalam bentuk utuh atau batangan besar. Memotong tempe menjadi bagian-bagian kecil sebelum disimpan hanya akan memperluas permukaan yang terpapar udara, sehingga proses oksidasi dan pembusukan berjalan lebih cepat.
- Letakkan di Rak Kulkas Utama, Bukan Freezer
Simpan wadah tempe di rak kulkas bagian tengah atau bawah. Jangan memasukkan tempe segar ke dalam freezer kecuali tempe tersebut sudah diolah atau dibumbui (seperti tempe ungkep). Membekukan tempe segar dapat merusak struktur jamur dan membuatnya menjadi lembek serta berair saat dicairkan nanti.
2. Tanda-Tanda Tempe Sudah Mulai Rusak

Sebagai panduan tambahan, perhatikan perubahan fisik tempe berikut untuk mengetahui kelayakannya sebelum dimasak:
Tekstur berlendir: Jamur tempe yang sehat bertekstur kering dan mengikat kedelai dengan padat. Jika sudah berlendir dan licin saat dipegang, artinya bakteri merugikan sudah mulai mendominasi.
Warna menghitam merata: Titik hitam kecil pada tempe sebenarnya adalah spora jamur yang normal dan aman. Namun, jika seluruh permukaan membusuk dan menghitam disertai tekstur yang hancur, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Bau menyengat yang asam: Tempe segar memiliki aroma khas kedelai rebus yang segar atau sedikit mirip jamur. Jika baunya sudah menusuk hidung dan sangat kecut, itu tanda tempe sudah mengalami fermentasi berlebih (over-fermented).
3. Jika tempe terlanjur layu bisa dimanfaatkan untuk masakan tradisional

Jika tempe telanjur layu dan agak kecut namun belum berlendir parah, masyarakat Jawa biasa memanfaatkannya sebagai Tempe Semangit (tempe hampir busuk). Tempe jenis ini justru menjadi bumbu rahasia yang sangat sedap untuk masakan tradisional seperti sayur lodeh, tumis kangkung, atau sambal tumpang, Lur!
Dengan mengubah cara penyimpanan dari kantong plastik ke wadah kering bertisu, kamu tidak perlu khawatir lagi membuang-buang bahan makanan akibat tempe yang cepat busuk. Selamat mencoba trik ini di dapur rumahmu!

















