Ruang Kelas SD di Semarang Tertimpa Pohon, Siswa Belajar Bergantian

- Pohon dari area TPU tumbang menimpa kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 3, Semarang, saat belajar pada 27 Juli 2026; seluruh siswa dan guru dievakuasi tanpa korban.
- Kegiatan belajar tetap berjalan dengan sistem bergantian: kelas 1A memakai ruang aman pukul 07.00–10.00 WIB, lalu ruangan digunakan siswa kelas 2.
- Disdik Semarang bersama Disperkim telah membersihkan material pohon dan mengasesmen kerusakan bangunan untuk menentukan langkah perbaikan ruang kelas.
Semarang, IDN Times - Sebuah pohon tumbang menimpa ruang kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada siswa maupun guru yang terluka dalam kejadian tersebut.
Kerusakan ruang kelas membuat sekolah harus mengatur ulang kegiatan belajar mengajar. Siswa kelas 1A untuk sementara berbagi ruangan dengan kelas 2 menggunakan sistem bergantian hingga penanganan bangunan dilakukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, pohon yang tumbang berasal dari area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sebelah sekolah.
1. Pohon tumbang saat siswa belajar usai istirahat

Peristiwa terjadi ketika kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung setelah jam istirahat. Pohon dari area TPU di sebelah sekolah tumbang hingga menimpa ruang kelas 1A.
Pihak sekolah kemudian mengevakuasi siswa dan guru menuju lokasi yang dinilai aman.
“Kejadian pohon dari area TPU di sebelah sekolah menimpa ruang kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 3. Pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan guru ke lokasi yang aman sesuai prosedur,” kata Ahsan, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, proses evakuasi berjalan tertib dan mengutamakan keselamatan warga sekolah.
“Kondisi guru dan semua siswa dalam keadaan selamat dan sehat. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” ujarnya.
2. Kelas 1A dan kelas 2 harus berbagi ruangan

Meski salah satu ruang kelas terdampak, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan. Sekolah memilih menerapkan sistem shift atau bergantian dengan memanfaatkan ruangan yang masih aman. Siswa kelas 1A mendapat giliran belajar mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Setelah itu, ruangan yang sama digunakan siswa kelas 2.
“Saat ini kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan penyesuaian menggunakan ruang yang aman atau skema pembelajaran sistem shift dengan kelas 2. Kelas 1A masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, kemudian ruang kelas digunakan oleh kelas 2,” jelas Ahsan.
Skema tersebut akan digunakan selama ruang kelas yang tertimpa pohon belum dapat kembali digunakan untuk pembelajaran.
3. Kerusakan ruang kelas sedang diasesmen

Setelah mendapat laporan kejadian, Disdik Kota Semarang berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk membersihkan pohon yang menimpa bangunan.
Batang, dahan, dan ranting yang berada di ruang kelas dibersihkan. Disdik juga melakukan asesmen dan mendata tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar menentukan langkah perbaikan.
Jika hasil asesmen menunjukkan kerusakan berat, Disdik akan berkoordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat penanganan.
Perbaikan dibutuhkan agar siswa kelas 1A dan kelas 2 tidak harus terus berbagi ruangan dan kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.




















