Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Coba-Coba Makan Buah Ini Bersamaan dengan Minum Obat!

Kota Semarang
Jangan Coba-Coba Makan Buah Ini Bersamaan dengan Minum Obat!
ilustrasi seorang wanita hendak minum obat (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Makan buah saat sakit memang bagus, tapi ada beberapa jenis yang justru memicu interaksi obat berbahaya bagi tubuh.

  • Kandungan alami dalam buah tertentu bisa membatalkan efektivitas penyembuhan atau malah memicu overdosis beracun di dalam darah.

  • Selalu gunakan air putih hangat untuk menelan pil dan beri jeda waktu aman sebelum kembali menikmati buah favorit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lagi sakit emang paling enak disuapin buah yang segar-segar biar badan cepat pulih. Apalagi asupan vitamin dari buah dipercaya bisa jadi booster imun alami. Tapi, pernah kepikiran nggak kalau ada buah yang justru bikin obat yang diminum jadi sia-sia, atau malah membahayakan nyawa?

Yap, menurut panduan medis, ada beberapa jenis buah yang pantang banget dikonsumsi berdekatan dengan jadwal minum pil atau sirup penyembuh. Biar nggak salah langkah dan malah bikin penyakit makin parah, yuk simak daftar buah yang wajib dihindari sementara waktu!

1. Jeruk Bali Merah (Grapefruit) Pemicu Overdosis

ilustrasi jeruk bali merah (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi jeruk bali merah (pexels.com/Pixabay)

Buah yang satu ini punya senyawa aktif bernama furanokumarin. Efeknya ternyata bisa menghambat enzim usus (CYP3A4) yang bertugas sangat penting dalam memecah zat pengobatan di tubuh kita.

Kalau sistem pemecahan ini terganggu, dosis yang masuk ke aliran darah malah jadi berlebihan dan berpotensi memicu overdosis beracun.

Makanya, wajib banget menghindari buah ini kalau sedang rutin mengonsumsi obat penurun kolesterol (Statin), obat jantung, tekanan darah tinggi, hingga obat imunosupresan.

2. Pisang Bikin Jantung Berdebar Ekstra

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (vecteezy.com/ Andrey Starostin)

Siapa sangka buah sejuta umat ini bisa bermasalah? Pisang sangat kaya akan kalium atau potasium yang sebenarnya sangat menyehatkan di saat kondisi tubuh normal.

Namun, jika dimakan berbarengan dengan obat penurun tensi seperti golongan ACE Inhibitor (contohnya Captopril atau Ramipril) dan obat diuretik, efeknya bisa fatal. Tubuh bisa mengalami penumpukan kalium ekstrem (hiperkalemia) yang memicu detak jantung tidak teratur dan rasa berdebar keras.

3. Nanas dan Risiko Penyerapan Berlebih

ilustrasi buah nanas
ilustrasi buah nanas (unsplash.com/Nvr Endng Anupam)

Segarnya nanas berasal dari tingginya enzim bromelain. Sayangnya, enzim inilah yang bakal jadi sumber masalah kalau bertemu dengan zat medis tertentu.

Kandungan alami ini dapat meningkatkan penyerapan jenis antibiotik (seperti Amoksisilin atau Tetrasiklin) melebihi dosis aman dalam tubuh. Selain itu, nanas juga bisa mengganggu kinerja obat pengencer darah (antikoagulan) sehingga risiko efek sampingnya melonjak tajam.

4. Jus Apel dan Jeruk Bikin Obat Tidak Mempan

ilustrasi jus jeruk (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi jus jeruk (pexels.com/Pixabay)

Minum obat pakai jus buah karena takut pahit? Sebaiknya hentikan kebiasaan ini sekarang juga! Apel dan jeruk biasa memiliki zat asam tinggi serta senyawa yang memblokir protein pengangkut OATP.

Padahal, protein ini berfungsi menyalurkan zat penyembuh dari usus ke sel tubuh. Kalau jalurnya diblokir, efektivitas pengobatan bisa berkurang drastis hingga 50%. Penyakit pun jadi susah sembuh. Pastikan hindari buah ini saat minum obat alergi (Fexofenadine), obat asma, pereda maag (Antasida), dan beberapa jenis antibiotik.

5. Durian Si Penghambat Kinerja Hati

ilustrasi durian
ilustrasi durian (pexels.com/Tom Fisk)

Raja buah yang satu ini punya kandungan senyawa belerang (sulfur) dan alkohol alami yang cukup tinggi. Kombinasi mematikan ini ternyata memaksa organ dalam bekerja jauh lebih keras dari biasanya.

Durian terbukti memperlambat kemampuan tubuh saat memecah zat di dalam hati. Parahnya lagi, buah ini bisa memicu kenaikan tekanan darah mendadak dan meningkatkan asam lambung secara agresif. Jangan pernah gabungkan durian dengan obat penurun demam (Paracetamol), obat batuk, atau obat radang.

Jadi, bagaimana cara amannya? Selalu patuhi aturan beri jeda waktu minimal 1 hingga 2 jam sebelum atau sesudah minum obat jika tetap ingin ngemil buah-buahan. Jangan lupa, biasakan menelan pil hanya dengan air putih hangat, bukan dengan teh, susu, apalagi jus buah.

Nah, dari daftar di atas, mana nih buah yang paling sering kamu makan pas lagi kurang fit? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar dan jangan lupa share informasi penting ini ke grup keluarga biar semuanya makin waspada!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More