5 Mitos Sejarah Pati yang Paling Dipercaya Warga Sampai Hari Ini

- Pati menyimpan folklore sejak era kerajaan Nusantara dan penyebaran Islam yang tetap dihormati warga sebagai pengingat moral serta bagian kehidupan sosial.
- Gerbang Majapahit di Desa Rendeng diyakini dibawa Raden Kebo Nyabrang; pejabat berhati kotor atau berniat korup dipercaya dapat kehilangan jabatan setelah melaluinya.
- Mitos lain mencakup bulus Sendang Sani, pantangan bersikap kasar di makam Syekh Jangkung, serta kepercayaan bahwa pejabat arogan di Sarirejo akan kehilangan kekuasaan.
Semarang, IDN Times - Kabupaten Pati di pesisir utara Jawa Tengah tidak hanya terkenal dengan kelezatan kuliner nasi gandul, tetapi juga sangat kental dengan warisan sejarah. Sejak zaman kerajaan Nusantara hingga era penyebaran Islam, cerita tutur (folklore) telah melahirkan berbagai mitos yang masih dihormati dan memengaruhi kehidupan sosial warganya hingga detik ini.
Meski zaman sudah modern, cerita-cerita ini tetap dilestarikan sebagai pengingat moral. Simak 5 mitos sejarah di Kabupaten Pati yang paling melegenda berikut ini!
1. Warisan Leluhur di Pintu Gerbang Majapahit

Alun-alun Kota Pati. (Dok. Google Street View) Mitos pertama berkaitan erat dengan benda cagar budaya peninggalan kerajaan besar Nusantara yang terletak di Desa Rendeng, Kecamatan Margorejo.
Pintu Gerbang Majapahit: Menurut cerita rakyat, gerbang ini dibawa langsung dari Jawa Timur oleh Raden Kebo Nyabrang. Mitos yang beredar luas menyebutkan bahwa pejabat publik yang berhati kotor atau berniat korup dilarang keras melewati gerbang ini jika tidak ingin jabatannya lengser secara tak wajar.
2. Legenda Wali Syekh Jangkung
Kisah penyebaran agama di tanah Pati juga menyisakan mitos yang sangat populer, terutama yang melibatkan Wali Songo dan tokoh lokal, Syekh Jangkung (Saridin).
Warga setempat percaya bahwa hewan bulus (labi-labi) yang ada di perairan Sendang Sani adalah jelmaan dari pengawal Sunan Bonang. Sang pengawal konon dikutuk karena melalaikan amanah dan justru asyik mandi saat diperintah menjaga tongkat sang Sunan.
Kekeramatan Makam Syekh Jangkung: Saridin adalah tokoh legendaris Pati yang dikenal sakti mandraguna. Hingga hari ini, para peziarah di makamnya yang berlokasi di Kayen memiliki pantangan keras untuk berbicara kasar, sombong, atau takabur jika tidak ingin tertimpa kesialan mendadak.
3. Pamali Pernikahan dan Kutukan Pejabat
Beberapa mitos kuno juga secara tidak langsung masih mengatur tatanan sosial warga dan perilaku para pemangku kebijakan.
Desa Sarirejo (sering disebut kawasan Kemiri) diyakini sebagai pusat pemerintahan awal berdirinya Kabupaten Pati. Bahkan ada mitos yang dipercayai secara turun-temurun bahwa pejabat negara yang datang ke kawasan ini dengan sifat arogan akan segera kehilangan kekuasaannya.
Di balik unsur mistis yang menyelimutinya, mitos-mitos sejarah ini sejatinya membawa pesan moral yang mendalam agar kita selalu bersikap rendah hati dan menghormati kearifan lokal.
Dari kelima mitos sejarah Kabupaten Pati di atas, cerita mana yang menurutmu paling membuat penasaran atau pernah kamu dengar langsung dari warga lokal?

















