Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4.230 KDMP di Jateng Dipilih Ikuti Verifikasi Perizinan
Kepala Dinkop UKM Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum bersama Sekdin dan pengurus Kopdes saat meninjau salah satu Kopdes di salah satu kabupaten. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dinkop UKM Jawa Tengah mempercepat verifikasi 4.230 KDKMP prioritas dari total 8.523 unit, untuk memastikan kesiapan gerai sebelum beroperasi.

  • Verifikasi mencakup bangunan, sarana, administrasi, dan SDM; data diinput ke Simkodes lalu ditelaah BPKP atau APIP demi tata kelola transparan.

  • Hingga 30 September 2026, verifikasi mencapai 61,67 persen. Jateng juga menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi 5.040 bendahara KDKMP pada Oktober-November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September (2026) pukul 19.30 WIB

Verifikasi dan validasi 4.230 KDMP prioritas mencapai 61,67 persen, melampaui target pusat. Tim masih melakukan pemeriksaan di lapangan.

Sabtu (3/10/2026)

Dinkop UKM Jawa Tengah menyatakan terus mendorong percepatan verval dan mendampingi pemerintah kabupaten/kota.

5 Oktober hingga akhir November 2026

Balatkop Dinkop UKM Jawa Tengah menjadwalkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP dalam 168 angkatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Verifikasi dan validasi 4.230 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi prioritas di Jawa Tengah untuk memeriksa kesiapan bangunan, sarana, prasarana, administrasi, serta SDM sebelum beroperasi.
  • Who?
    Dinkop UKM Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, BPKP atau APIP, Kementerian Koperasi, Balatkop, dan 5.040 bendahara KDKMP terlibat dalam verifikasi, pendampingan, pelatihan, serta sertifikasi.
  • Where?
    Proses berlangsung di gerai KDKMP di seluruh Jawa Tengah, yang memiliki 8.523 unit KDKMP dan tercatat sebagai jumlah terbanyak di Indonesia.
  • When?
    Hingga 30 September 2026 pukul 19.30 WIB, capaian verifikasi mencapai 61,67 persen. Pelatihan bendahara dijadwalkan berlangsung dari 5 Oktober hingga akhir November 2026.
  • Why?
    Verifikasi dilakukan untuk memastikan gerai siap beroperasi serta mendukung tata kelola dan transparansi. Pendampingan juga diberikan karena sejumlah kabupaten/kota masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia.
  • How?
    Petugas memeriksa gerai secara langsung dan memasukkan hasilnya ke Simkodes. Data kemudian ditelaah BPKP atau APIP, sementara Pemprov mendampingi daerah dan Balatkop menggelar pelatihan dalam 168 angkatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, 4.230 koperasi desa sedang diperiksa dulu sebelum buka. Bu Linda dari Dinkop UKM bilang petugas melihat bangunan, alat, dan surat-suratnya. Hasilnya dimasukkan ke komputer. Sampai 30 September 2026, pemeriksaan sudah 61,67 persen. Sebanyak 5.040 bendahara juga akan ikut pelatihan mulai 5 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Percepatan verifikasi KDKMP di Jawa Tengah menunjukkan upaya yang terukur untuk menyiapkan koperasi secara lebih tertib sebelum beroperasi. Capaian verval yang telah melampaui target, pemeriksaan langsung atas fasilitas dan administrasi, serta pendampingan lintas tingkat pemerintahan mencerminkan perhatian pada transparansi dan kesiapan SDM, termasuk melalui pelatihan bagi ribuan bendahara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Jawa Tengah mendorong pemerintah kabupaten/ kota, mempercepat proses verifikasi dan validasi (verval) gerai Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan gerai koperasi sebelum beroperasi.

Kepala Dinkop UKM Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan, terdapat 8.523 unit KDKMP di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.230 unit KDMP menjadi prioritas dalam proses verifikasi dan validasi.

Ditambahkan, verval dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik bangunan, sarana dan prasarana, serta kelengkapan administrasi KDKMP. Petugas memeriksa kondisi gerai koperasi secara langsung, kemudian menginput data hasil pemeriksaan ke dalam Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkodes).

Data yang telah masuk selanjutnya ditelaah oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), guna mendukung tertib tata kelola dan transparansi.

“Progres verval, alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Hingga 30 September (2026) pukul 19.30 WIB, verval telah mencapai 61,67 persen, dan angkanya masih terus bergerak. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan,” ujar Linda, Sabtu (3/10/2026).

Selain kondisi fisik bangunan proses verval juga memperhatikan kapasitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM). Dalam proses tersebut, Pemprov Jateng turut mendampingi pemerintah kabupaten/ kota.

Linda menuturkan, perhatian juga diberikan Kementerian Koperasi, mengingat jumlah KDKMP di Jawa Tengah tercatat paling banyak di Indonesia.

“Maka kita betul-betul pantau dan kita damping, karena Kemenkop berharap Jawa Tengah bisa menjadi barometer bagi provinsi yang lain. Banyak kabupaten/ kota juga masih terbatas dari sisi SDM. Di situlah kementerian turun untuk melakukan pendampingan,” jelasnya.

Penguatan SDM, beber Linda, juga dilakukan Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan Dinas Koperasi se-Jawa Tengah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP.

Para peserta akan dibagi ke dalam 168 angkatan. Pelatihan tersebut dijadwalkan mulai 5 Oktober hingga akhir November 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article