Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
45 UMKM dan Kuliner Halal Bakal Ramaikan MTQ Nasional 2026 di Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau venue MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
  • Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI pada 11–20 September 2026 sekaligus menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, seni, budaya, dan pariwisata melalui rangkaian acara pendukung.
  • Pameran ekonomi kreatif digelar di Plaza Simpang Lima pada 12–18 September, bersama Halal Food Festival, busana muslim, dan pameran UMKM; 45 UMKM kuliner telah lolos kurasi.
  • Semarang memperkuat sembilan Zona KHAS serta menyiapkan pameran kaligrafi internasional, festival budaya, dan city tour ke Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, serta Alun-Alun Kauman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Semarang akan mengadakan MTQ Nasional pada 11 sampai 20 September 2026. Ada 45 usaha kecil makanan halal yang ikut acara. Mereka akan jual makanan dan barang lokal. Ada juga pameran seni, baju muslim, musik rebana, dan jalan-jalan kota. Tamu bisa melihat Lawang Sewu dan tempat lain di Semarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Kota Semarang tak hanya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 pada 11-20 September 2026. Momentum kedatangan kafilah dan tamu dari berbagai daerah juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk menggerakkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, seni, budaya, hingga pariwisata.

1. Libatkan pelaku UMKM hingga seniman

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau venue MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Beragam acara pendukung disiapkan selama pelaksanaan MTQ Nasional. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM, seniman, komunitas, serta pengelola destinasi wisata dan budaya di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, rangkaian kegiatan pendukung tersebut dirancang agar kafilah dan tamu tidak hanya mengikuti agenda utama MTQ, tetapi juga mendapatkan pengalaman lebih utuh tentang Kota Semarang.

“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang membawa pulang pengalaman tentang kota ini. Mereka bisa mengenal karya pelaku UMKM, menikmati seni dan budaya, berkunjung ke destinasi wisata, sekaligus melihat bagaimana Kota Semarang merawat tradisinya,” ujarnya, Selasa (7/9/2026).

Sektor UMKM menjadi salah satu bagian yang mendapat ruang dalam rangkaian acara pendukung MTQ Nasional XXXI. Pameran ekonomi kreatif akan digelar di Plaza Simpang Lima Semarang pada 12–18 September 2026, pukul 09.00–21.00 WIB.

2. Halal Food Festival dan pameran UMKM

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau venue MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Halal Food Festival, peragaan busana muslim, Pameran IKM Disperin Kota Semarang, serta Pameran Dekranas Kota Semarang.

Kemudian khusus sektor kuliner, sebanyak 45 UMKM telah lolos kurasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Agustina berharap kehadiran kafilah dan tamu dari berbagai daerah dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jejaring pasar.

“MTQ ini mempertemukan banyak orang dari berbagai daerah dengan Kota Semarang. Kami ingin pertemuan itu juga mempertemukan mereka dengan produk-produk lokal kita,” katanya.

3. Penguatan Zona KHAS

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau venue MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Menurutnya, pengalaman para tamu selama berada di Semarang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan MTQ.

“Jadi yang dibawa pulang dari Kota Semarang bukan hanya kenangan tentang MTQ, tetapi juga cerita tentang kuliner, karya, dan kreativitas warganya,” imbuh Agustina.

Upaya itu seiring dengan penguatan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman dan Sehat). Saat ini terdapat sembilan lokasi Zona KHAS di Kota Semarang, salah satunya di kawasan kuliner Simpang Lima.

Selanjutnya, MTQ Nasional XXXI juga diramaikan kegiatan seni dan budaya. Salah satunya Pameran Kaligrafi Internasional yang menghadirkan 75 karya seniman dari 50 negara. Adapun, pameran tersebut juga menampilkan 125 karya seniman dari 16 provinsi di Indonesia.

4. Ada Festival Rebana hingga City Tour

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau venue MTQ Nasional 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Rangkaian kegiatan budaya lainnya meliputi Festival Rebana Nasional dan ajang kreasi anak-anak. Tak hanya menyaksikan kegiatan di lokasi utama MTQ, para kafilah juga akan diajak mengenal sejumlah destinasi sejarah dan budaya Kota Semarang melalui agenda City Tour pada 15–19 September 2026.

Sejumlah destinasi yang masuk dalam agenda tersebut antara lain Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, dan Alun-Alun Kauman. Pengalaman berada di Semarang juga akan diperkaya dengan sejumlah agenda budaya khas kota, seperti Mini Dugderan, Kirab Dugder, dan Festival Kota Lama.

Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat tradisi, kesenian, sejarah, dan karakter Kota Semarang. Dengan agenda yang tersebar di sejumlah lokasi, masyarakat maupun kafilah memiliki pilihan kegiatan yang dapat dikunjungi selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

Sementara, informasi mengenai jadwal, lokasi pameran, pertunjukan, city tour, serta acara pendukung lainnya dapat diakses melalui laman resmi mtqnasionalxxxi.semarangkota.go.id.

Curated For You

Editorial Team

Related Article