Petugas Kepolisian menghalau sejumlah pemudik motor yang melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). (ANTARA FOTO/Fahkri Hermansyah)
Perilaku arogan ini bisa tumbuh begitu subur karena penegakan hukum di jalan sering kali bersifat situasional. Biasanya, aturan hanya ditegakkan dengan ketat saat ada operasi tertib lalu lintas resmi dari pihak berwajib.
Tanpa adanya sanksi tegas yang konstan dan menjerakan, para pelanggar ini tidak punya sedikit pun rasa takut. Mereka akan terus bertaruh dengan keberuntungan setiap harinya, sampai tindakan ceroboh tersebut benar-benar memakan korban jiwa.
Menghadapi situasi jalanan yang menguras emosi ini, senjata terbaik bukanlah ikut memaki atau adu otot di aspal panas. Tetaplah pertahankan ketenangan dan manfaatkan kekuatan bukti digital dari fitur dashcam di kendaraan atau kamera ponsel.
Membiarkan lensa merekam kebodohan mereka jauh lebih elegan daripada mempertaruhkan keselamatan fisik secara langsung.
Mari bagikan opini dan pengalaman berhadapan dengan pelanggar jalanan di kolom komentar, serta sebarkan artikel ini agar makin banyak orang yang sadar pentingnya berkendara dengan logika!