Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Candi Kuno Tersembunyi di Klaten dan Karanganyar, Sejuk Buat Akhir Pekan
Potret Candi Plaosan di Klaten, DIY, Jawa Tengah. (kebudayaan.kemdikbud.go.id/)
  • Klaten dan Karanganyar memiliki lima candi kuno yang relatif tenang, menawarkan perpaduan wisata sejarah, lanskap pedesaan, serta udara sejuk untuk akhir pekan.
  • Di Klaten, Candi Plaosan, Merak, dan Sojiwan menampilkan warisan Mataram Kuno, arsitektur Hindu-Buddha, taman hijau, serta relief fabel Jataka/Pancatantra.
  • Di lereng Gunung Lawu, Candi Menggono dan Kethek menghadirkan punden berundak, hutan pinus atau kebun teh, serta akses trekking ringan bernuansa alam sunyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
abad ke-9

Candi Plaosan menjadi peninggalan Mataram Kuno dengan perpaduan arsitektur Hindu dan Buddha.

abad ke-9 hingga ke-10 Masehi

Candi Merak merupakan kompleks candi Hindu yang dibangun pada periode ini.

masa akhir Kerajaan Majapahit

Candi Menggono diyakini digunakan sebagai tempat pemujaan leluhur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima candi kuno di Klaten dan Karanganyar menjadi tujuan kunjungan bernuansa sejarah dan alam, yaitu Candi Plaosan, Merak, Sojiwan, Menggono, dan Kethek.
  • Who?
    Pengunjung akhir pekan dapat mendatangi situs-situs cagar budaya tersebut; Candi Plaosan dikaitkan dengan Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani, sedangkan Menggono diyakini berkaitan dengan pemujaan leluhur akhir Majapahit.
  • Where?
    Plaosan, Merak, dan Sojiwan berada di Kabupaten Klaten; Menggono di Desa Berjo, Ngargoyoso, serta Kethek di Desa Gumeng, Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
  • When?
    Candi-candi tersebut dapat dikunjungi pada akhir pekan; waktu operasional masing-masing lokasi per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Lokasi-lokasi ini menawarkan peninggalan sejarah, suasana relatif tenang, hamparan sawah, pepohonan, hutan pinus, kebun teh, dan udara sejuk pedesaan maupun pegunungan.
  • How?
    Pengunjung dapat menuju tiap lokasi sesuai alamatnya; Candi Kethek dicapai dengan trekking ringan melalui jalan setapak di tengah kebun teh dan hutan sejuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Klaten dan Karanganyar ada lima candi kuno yang sepi dan adem. Namanya Candi Plaosan, Merak, Sojiwan, Menggono, dan Kethek. Ada candi dekat sawah, pohon, hutan pinus, dan kebun teh. Candi Kethek harus didatangi dengan jalan kaki sedikit. Sekarang tempat-tempat ini bisa jadi tujuan jalan-jalan akhir pekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Candi-candi tersembunyi di Klaten dan Karanganyar memperlihatkan bahwa rekreasi akhir pekan dapat menyatukan ketenangan alam dengan penghargaan pada warisan budaya. Dari arsitektur lintas corak di Plaosan hingga jalur setapak Candi Kethek, setiap situs menawarkan ruang yang asri untuk menikmati sejarah, udara sejuk, dan suasana yang tidak ramai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klaten, IDN Times — Kawasan Solo Raya, khususnya Kabupaten Klaten dan Karanganyar, tidak hanya menyimpan objek wisata populer seperti Candi Prambanan atau Candi Cetho. Di balik rimbunnya pedesaan dan perbukitan sejuk, wilayah ini juga memiliki deretan candi kuno tersembunyi yang relatif tenang dan bebas dari kerumunan wisatawan.

Situs-situs cagar budaya ini menawarkan lanskap sejarah bernilai tinggi, dibalut udara segar khas pegunungan dan pedesaan yang sangat cocok untuk melepas penat di akhir pekan.

Berikut lima candi kuno hidden gem di Klaten dan Karanganyar yang wajib kamu masukkan ke dalam daftar liburan akhir pekan:

1. Candi Plaosan (Klaten)

Candi Plaosan (instagram.com/candi_plaosan)

Meski letaknya tak jauh dari Kompleks Prambanan, Candi Plaosan menyajikan suasana yang jauh lebih tenang. Candi peninggalan Mataram Kuno abad ke-9 ini dikenal unik karena memadukan corak arsitektur Hindu dan Buddha, sebagai simbol cinta sejati antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.

Daya Tarik: Candi kembar (Plaosan Lor dan Plaosan Kidul) dengan latar hamparan sawah hijau serta puncak Gunung Merapi saat cuaca cerah.

Lokasi: Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

2. Candi Merak (Klaten)

Candi Merak wisata di Klaten (https://karanganom.klaten.go.id/)

Tersembunyi di tengah pemukiman warga pedesaan Klaten, Candi Merak merupakan kompleks candi Hindu peninggalan abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Bangunan utamanya telah dipugar dengan anggun, dikelilingi oleh tiga candi perwara yang berukuran lebih kecil.

Daya Tarik: Taman rumput hijau yang tertata rapi di sekeliling candi, menciptakan atmosfer yang rindang dan sangat pas untuk bersantai santai sore.

Lokasi: Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

3. Candi Sojiwan (Klaten)

Candi Sojiwan (commons.wikimedia.org/Gunkarta)

Candi Sojiwan berdiri megah di kawasan perbukitan yang dikelilingi pepohonan rindang. Candi Buddha ini memiliki ciri khas pada bagian relief kaki candinya yang mengukir kisah-kisah fabel (fabel Jataka/Pancatantra) yang sarat akan pesan moral dan kearifan hidup.

Daya Tarik: Pelataran candi yang sangat luas dan tertata asri, sering difungsikan sebagai lokasi piknik santai atau area olah raga ringan keluarga.

Lokasi: Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

4. Candi Menggono (Karanganyar)

Berpindah ke wilayah lereng Gunung Lawu, Candi Menggono merupakan salah satu situs punden berundak tersembunyi yang belum banyak dijamah wisatawan arus utama. Bangunan cagar budaya ini diyakini sebagai tempat pemujaan leluhur pada masa akhir Kerajaan Majapahit.

Daya Tarik: Suasana pegunungan yang sangat sejuk, dikelilingi hutan pinus dan pepohonan hijau yang memberikan efek relaksasi maksimal.

Lokasi: Ngluweng, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

5. Candi Kethek (Karanganyar)

Terletak tak jauh dari Candi Cetho, Candi Kethek menyajikan struktur candi punden berundak bertingkat lima yang terbuat dari tatanan batu alam tanpa relief rumit. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melakukan light trekking menyusuri jalan setapak di tengah kebun teh dan hutan sejuk.

Daya Tarik: Sensasi menjelajah situs purbakala tersembunyi di tengah nuansa alam yang sangat sunyi dan asri, dilengkapi semilir angin dingin khas lereng gunung.

Lokasi: Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Mengunjungi candi-candi tersembunyi ini tidak hanya memberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan kesejukan udara Solo Raya, tetapi juga diajak untuk terus menjaga kelestarian warisan budaya leluhur Nusantara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article