Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Etika Menegur Perokok di Tempat Umum Tanpa Bikin Suasana Panas
Ilustrasi perokok (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Menegur perokok di fasilitas publik butuh strategi komunikasi yang tepat agar tidak menyulut konflik emosional.

  • Gunakan teknik I-Message dan manfaatkan tanda larangan resmi agar teguran tidak terkesan menyerang pribadi.

  • Jika situasi terasa intimidatif, libatkan petugas keamanan atau prioritaskan keselamatan diri dengan mengalah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau ada orang merokok di tempat umum, kita bisa bicara pelan dan baik. Kita bilang asapnya bikin kita sesak. Kita juga bisa tunjuk tanda dilarang merokok. Kalau orangnya marah atau bikin takut, jangan melawan. Panggil satpam atau petugas, lalu pergi ke tempat aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tidak sedang asyik makan di restoran atau menunggu transportasi umum, tiba-tiba ada yang menyalakan rokok tepat di dekat kita? Padahal sudah jelas-jelas ada papan tanda larangan merokok terpampang di dinding. Rasanya serba salah: mau diam saja bikin dada sesak, tapi kalau ditegur takut malah berujung adu mulut atau keributan.

Menegur perokok di ruang publik memang butuh kehati-hatian ekstra karena sering kali memicu reaksi defensif dari pelaku. Biar niat baik kita untuk menjaga kenyamanan bersama tidak berbuah emosi, yuk pelajari 5 etika dan cara menegur yang elegan dan aman berikut ini!

1. Gunakan Teknik "I-Message", Hindari Menyudutkan

Ilustrasi Perokok (Pexel/Yoda)

Jangan pernah memulai kalimat dengan tuduhan langsung yang menyerang personal, seperti: "Kamu egois banget sih merokok di sini!". Kalimat yang menyudutkan ini bakal langsung memicu mekanisme pertahanan diri pelaku untuk membalas dan menyerang balik.

Ubah pendekatan dengan teknik I-Message yang berfokus pada dampak subjektif yang kamu rasakan. Sampaikan dengan santun: "Maaf Pak, asap rokoknya kebetulan mengarah langsung ke saya dan bikin agak sesak. Boleh tolong geser sedikit?". Pendekatan ini jauh lebih manusiawi dan tidak terkesan menghakimi.

2. Manfaatkan Aturan Tempat dan Simbol Resmi

Ilustrasi Perokok Konvesional (Pexels.com/Irina Iriser)

Alih-alih menegur atas nama keinginan pribadi, gunakan otoritas aturan lokasi sebagai dasar teguran. Cara ini sangat efektif karena membuat kamu tidak terlihat seperti sedang mencari masalah pribadi atau sok mengatur.

Cukup tunjuk papan dilarang merokok secara sopan jika fasilitas tersebut menyediakannya. Ucapkan dengan ramah: "Mohon maaf Mas, sepertinya di area ini ada tanda dilarang merokok. Di sebelah sana ada area khusus (smoking area) yang disediakan. Terima kasih banyak ya Mas."

3. Libatkan Pihak Ketiga atau Petugas Berwenang

Ilustrasi perokok (unsplash.com/Bin Thiều)

Bagaimana jika perokok tersebut tampak intimidatif, sedang berkumpul dalam kelompok besar, atau membuat kamu merasa tidak aman untuk maju sendiri? Jawabannya sederhana: jangan paksakan diri untuk menegur secara langsung!

Langsung saja temui petugas keamanan (satpam), pramusaji, atau staf yang sedang bertugas di lokasi tersebut. Menegakkan aturan adalah bagian dari tanggung jawab pengelola fasilitas. Biasanya, pelaku bakal langsung mematikan rokoknya tanpa banyak alasan saat ditegur oleh petugas berseragam.

4. Kontrol Intonasi Suara dan Bahasa Tubuh

ilustrasi perokok (pexels.com/Petar Starčević)

Hindari menaikkan nada suara, membentak, atau memakai bahasa tubuh menantang seperti bersedekap dada saat bicara. Gestur yang agresif otomatis akan dibalas dengan respons yang tidak kalah galak.

Gunakan volume suara normal agar tidak terkesan mempermalukan pelaku di depan umum. Tampilkan ekspresi wajah yang tenang, senyuman tipis yang ramah, dan gunakan gerakan tangan yang terbuka untuk menciptakan kesan komunikasi yang sejuk.

5. Prioritaskan Keselamatan Diri Jika Pelaku Mulai Agresif

ilustrasi cowok perokok (unsplash.com/Johannes Roth)

Apabila setelah ditegur secara sangat sopan pelaku justru balik memaki, marah-marah, atau menunjukkan perilaku tidak terkontrol, segera hentikan interaksi dan amankan diri.

Selalu ingat bahwa keselamatan fisik kamu jauh lebih berharga ketimbang memenangkan adu argumen dengan orang yang anti-aturan. Pilih untuk berpindah tempat duduk atau laporkan kejadian tersebut secara diam-diam kepada pihak pengelola agar ditindaklanjuti.

Menjaga udara bersih di ruang publik memang hak semua orang, tetapi cara menyampaikannya harus tetap menggunakan logika dan kepala dingin. Dengan menerapkan teknik komunikasi yang tepat, kita bisa saling mengingatkan tanpa perlu merusak suasana.

Apakah kamu punya pengalaman atau trik tersendiri saat harus menghadapi perokok yang sembarangan di tempat umum? Tulis cerita kamu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-teman terdekat, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article