Masker N95 atau KN95 disarankan saat terpapar abu, terutama abu akibat letusan gunung anak krakatau.(IDN Times/Foto : ilustrasi)
Bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak hujan abu, perlindungan diri menjadi hal penting. Yogi menyarankan penggunaan masker dengan tingkat filtrasi tinggi, seperti N95 atau KN95, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan air hujan yang bercampur abu vulkanik. Sumber air terbuka yang terkena abu sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum dipastikan kondisinya aman.
Yang tak kalah penting, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Anak Krakatau hanya untuk melihat atau mengabadikan erupsi.
Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga dan merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
"Yang paling penting adalah masyarakat mengikuti rekomendasi resmi Badan Geologi/PVMBG dan tidak mendekati zona bahaya,"kata Yogi.
Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar Selat Sunda dan wilayah yang terdampak abu diimbau tetap tenang. Informasi mengenai perkembangan erupsi sebaiknya merujuk pada kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, BNPB maupun BPBD setempat.