Semarang, IDN Times – Sebanyak 25 ribu warga memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (9/8/2026), untuk menari bersama dalam Festival Tari Dug Dug Der Semarangan. Aksi kolosal itu tak hanya mengantarkan Kota Semarang meraih rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID), tetapi juga menandai lahirnya sebuah identitas budaya baru yang sedang diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Dari balik rekor tersebut, Tari Dug Dug Der itu menyimpan sejumlah fakta menarik. Mulai dari akar sejarahnya yang berasal dari tradisi Dugderan hingga filosofi keberagaman yang menjadi ruh gerakannya. Adapun, berikut lima fakta Tari Dug Dug Der.
