Beras (freepik.com/ xb100)
Meski nikmat, varietas Rojolele konvensional punya kelemahan. Masa tanamnya tergolong sangat lama, yaitu sekitar 5 hingga 6 bulan, ditambah batangnya yang tinggi sehingga mudah roboh diterpa angin kencang. Kendala ini sempat membuat para petani enggan menanamnya kembali.
Demi melestarikan warisan kuliner kerajaan ini, Pemerintah Kabupaten Klaten bekerja sama dengan BATAN menciptakan inovasi baru bernama Rojolele Srinuk. Varietas unggulan baru ini punya masa panen jauh lebih singkat dan batang yang lebih kokoh. Hebatnya, rasa nasi yang pulen dan aroma wangi khas peninggalan para raja tetap terjaga dengan sempurna.
Beras Delanggu bukan sekadar bahan pangan biasa, melainkan simbol kemewahan, kesuburan tanah Jawa, dan sejarah panjang kebudayaan keraton. Kehadiran varietas Rojolele Srinuk membuktikan bahwa hidangan legendaris para raja kini bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa kehilangan keotentikannya.
Nah, apakah kamu sudah pernah mencicipi nasi pulen dari Beras Rojolele Delanggu ini? Tulis pengalaman kulinermu di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini ke sesama pecinta kuliner Nusantara, ya!