576 Hektare Lahan Tol Semarang-Demak Berpotensi Jadi Area Komersil

Semarang, IDN Times - Kementerian Koordinator Infrastruktur (Kemenko Infra) memperkirakan lahan seluas 576 hektar sekitar konstruksi jalan tol Semarang-Demak dapat dimanfaatkan sebagai tempat komersial apabila proyek tersebut telah rampung dikerjakan.
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan lahan seluas 576 hektare itu berpotensi menjadi tanah yang kering karena proyek pembangunan Tol Semarang-Demak menggunakan konstruksi dari material bambu.
"Ini ada 576 hektare yang bisa kering. Bisa digunakan untuk kebutuhan komersial," terang AHY saat meninjau kelangsungan proyek Tol Semarang-Demak di titik Terboyo Semarang, Sabtu (11/1/2025).
1. Masih kerjakan 6,7 kilometer Tol Semarang-Demak

Ia mengatakan pembangunan jalan Tol Semarang-Demak dikerjakan dalam satu paket pekerjaan yang terintegrasi dengan pembuatan tanggul laut.
Proyeknya juga terbagi dua seksi pekerjaan. Pekerjaan Tol Semarang-Demak seksi dua, katanya telah rampung seluruhnya. Kemudian pekerjaan Tol Semarang-Demak seksi satu masih menyisakan pembangunan konstruksi sepanjang 6,7 kilometer.
"Seksi dua selesai 100 pesen. Seksi satu termasuk lahan A, B dan C masih dikerjakan. Dari kita lihat di lokasi, yang kita lihat kurang lebih 6,7 kilometer harus diselesaikan yang integrasi dengan tanggul laut. Untuk mengatasi banjir rob yang sering melanda," tambahnya.
2. Tol Semarang-Demak manfaatkan 7 juta bambu

Ia pun menerangkan bahwa seluruh proyek Tol Semarang-Demak dikerjakan oleh anak bangsa menggunakan konstruksi bilah-bilah bambu. Berdasarkan catatannya ada kurang lebih 7 juta bambu yang dimanfaatkan sebagai sistem konstruksi jalan tol tersebut.
Lebih lanjut, ia berkata pemanfaatan bilah bambu untuk konstruksi Tol Semarang-Demak diharapkan menjadi lebih paten. Sehingga bisa menjadi pencegah datangnya banjir.
"Dan ada sistem yang dikembangkan oleh anak bangsa menggunakan bambu. Menggunakan 7 juta bambu dengan sistem ini diharapkan benar benar jadi lebih paten. Mencegah terjadinya banjir. Pekerjaan sekitar 400 hari atau 1,5 tahun. Agar benar benar sempurna. Mudah-mudahan bisa dikembangkan karena memang kebutuhan tenaga kerjanya yang besar," terangnya.
3. Tol Semarang-Demak terintegrasi dengan kolam retensi

Ia mengaku pembangunan Tol Semarang-Demak ini juga nantinya terintegrasi dengan kolam retensi. Harapannya ke depan tanah sekitarnya dapat dimanfaatkan dengan adanya peningkatan nilai jual tanah yang tinggi.
"Dengan sistem terigrasi dengan kolam retensi, pembagunan jalan tol dengan sistem ini kita berharap nilai tanah lebih tinggi. Saya ingin melakukan dengan Pak Menteri PU mengejar proses konstruksi jalan tol dan tanggul laut pada 2026-2027. Mudah-mudahan bisa berjalan teknis tanpa kendala kendala yang lain," paparnya.
4. Konektivitas jadi tulang punggung Jateng

Tak lupa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Menteri PU Doddy Hanggodo karena masih getol bekerja untuk menuntaskan proyek Tol Semarang-Demak. Terlebih lagi Tol Semarang-Demak menjadi tulang punggung bagi Jawa Tengah. Sekaligus penghubung perekonomian bagi wilayah Semarang dan Demak.
"Saya senang dan ucapkan terima kasih kepada bapak Menteri PU yang masih bekerja menyukseskan proyek yang sangat penting ini. Saya tahu konektivitas menjadi tulang punggung bagi wilayah Jawa Tengah, Semarang dan Demak jadi dua kota yang memiliki potensi luar biasa secara ekonomi. Maka juga kepadatan masyarakat dan kebutuhan sosial masyarakat yang harus kita dukung," kata AHY.



















