Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Menata Ruang Biar Work From Home Makin Nyaman dan Produktif

7 Tips Menata Ruang Biar Work From Home Makin Nyaman dan Produktif
Ilustrasi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. (dok. IKEA)
Intinya Sih
  • Pemerintah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap Jumat, menuntut penyesuaian ruang kerja di rumah agar tetap nyaman dan produktif.
  • Melina Ardianti dari IKEA Indonesia menekankan pentingnya kenyamanan jangka panjang serta pemisahan area kerja dan santai untuk menjaga fokus.
  • Tujuh tips IKEA mencakup pengaturan sudut kerja, pencahayaan, posisi duduk, pengelolaan kebisingan, kerapian area, hingga rutinitas harian agar WFH lebih efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Pemerintah menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Namun, bagi sebagian orang, tantangan WFH bukan hanya ketersediaan ruang, tetapi ritme rumah yang hidup seperti anak yang butuh ditemani, lalu-lalang anggota keluarga, aktivitas domestik, hingga kebisingan sehari-hari.

Interior Design Manager IKEA Indonesia, Melina Ardianti Hadiatmodjo mengatakan, kebiasaan bekerja dari rumah saat ini berbeda jauh dari masa pandemik COVID-19.

“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi apa pun bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sekali-sekali, sehingga perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Maka itu, ada hal-hal dasar yang penting untuk diingat, salah satunya kenyamanan jangka panjang. Seperti menghindari bekerja di tempat tidur karena tubuh akan mudah merasa mengantuk, pastikan posisi duduk ditopang dengan baik, dan tambahkan penopang sederhana seperti cushion atau meja lipat bila diperlukan.

“Para Ibu khususnya cenderung lebih cepat beradaptasi. Mereka bisa membedakan kapan ruang dipakai bekerja dan kapan dipakai untuk kegiatan lain. Yang dibutuhkan hanya pengingat kecil, yaitu cek dulu apakah kursi dan meja di rumah cukup mendukung aktivitas kerja,” tambah Melina.

Dengan pola kerja yang semakin fleksibel, menata ruang agar mendukung fokus dan kenyamanan menjadi semakin penting. Berikut tujuh tips cara sederhana dari IKEA yang dapat membantu membuat kegiatan WFH terasa lebih tenang, nyaman, dan tetap produktif.

1. Tentukan sudut kerja yang paling mendukung fokus

 Ilustrasi Kerja di Rumah 1.jpg
Ilustrasi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. (dok. IKEA)

Tidak semua orang punya ruangan khusus untuk bekerja, dan itu wajar. Yang penting adalah menemukan titik di rumah yang benar-benar membantu kamu fokus. Bisa sudut kecil di ruang keluarga, area dekat jendela, atau meja yang biasanya hanya dipakai menaruh dekorasi.

Dengan kursi yang nyaman dan pencahayaan yang tepat, sudut kecil seperti ini bisa bekerja seefektif meja kantor. Bila ruang terbatas, pilih area yang mudah dibereskan di akhir hari supaya rumah tetap terasa seperti rumah, bukan kantor yang pindah alamat.

2. Buat pembeda sederhana antara area kerja dan area santai

Foto IKEA - Ilustrasi Kerja di Rumah 5.jpg
Ilustrasi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. (dok. IKEA)

Banyak rumah menggabungkan ruang makan, ruang keluarga, dan ruang kerja dalam satu area besar. Adanya pembeda kecil dapat membantu otak untuk “ganti mode”. Karpet kecil, meja lipat, atau bahkan perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual. Bila semua ruangan terasa menyatu, kunci utamanya adalah ritual bereskan alat kerja setiap selesai. Sederhana tapi sangat membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.

3. Gunakan pencahayaan yang membantu konsentrasi

Ilustrasi Kerja di Rumah 2.jpg
Ilustrasi work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. (dok. IKEA)

Cahaya alami selalu menjadi pilihan terbaik, tapi tidak semua sudut rumah punya akses yang cukup. Bila bekerja di area yang agak gelap, cukup tambahkan lampu meja atau lampu lantai sederhana. Arah cahaya yang bisa diatur akan mengurangi silau pada layar, terutama bila bekerja di meja makan atau sofa. Pencahayaan yang tepat bukan hanya membuat ruangan lebih terang, tapi juga membangun suasana kerja yang lebih tenang dan fokus.

4. Atur posisi duduk agar tubuh tidak mudah lelah

ilustrasi WFH (freepik.com/jcomp)
ilustrasi WFH (freepik.com/jcomp)

Bekerja dengan nyaman tidak selalu membutuhkan kursi kantor khusus. Banyak orang bekerja di sofa, bangku panjang, atau bahkan lantai dengan meja lipat. Tidak masalah, selama ada penopang punggung dan posisi duduk tidak membuat tubuh kaku. Bantal kecil bisa membantu memperbaiki postur, sedangkan footrest sederhana membuat duduk lebih rileks.

Kamu juga bisa berganti lokasi dalam satu hari seperti pagi di meja makan, siang di sofa, sore di teras rumah. Perubahan posisi seperti ini membuat tubuh bergerak dan mengurangi ketegangan setelah bekerja terlalu lama di satu tempat.

5. Kelola kebisingan dengan cara yang paling realistis di rumah

ilustrasi WFH (freepik.com/freepik)
ilustrasi WFH (freepik.com/freepik)

Rumah tidak selalu tenang, percayalah, kita semua pasti merasakannya. Mulai dari suara kendaraan, anak bermain, penjual makanan keliling, tukang sayur langganan, kurir paket, hingga aktivitas penghuni lain. Peredam suara mungkin tidak selalu praktis, tapi ada banyak solusi sehari-hari yang bisa membantu. Karpet, tirai tebal, atau sofa besar bisa meredam gema ruangan.

Headset dengan fitur noise cancelling dapat menjadi penyelamat saat rapat online. Bila bekerja di area terbuka seperti teras, pilih waktu yang lebih sepi. informasikan jadwal rapat online pada anggota keluarga lain. Pendekatan seperti ini dapat membuat alur kerja lebih lancar tanpa harus mengubah tata rumah.

6. Simpan barang yang tidak terpakai agar area kerja tetap rapi

ilustrasi WFH (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi WFH (pexels.com/Vlada Karpovich)

Meja yang rapi tidak berarti kosong. Cukup pastikan hanya barang yang kamu butuhkan yang ada di sudutmu. Alat tulis, kabel, dan dokumen bisa disimpan dalam tempat khusus agar tidak memenuhi meja. Manfaatkan rak dinding, wadah penyimpanan portable, atau troli kecil yang mudah dipindahkan dari meja makan ke pojok ruangan apabila kamu sudah selesai bekerja.

Area yang tidak terlalu ramai membantu pikiran lebih fokus dan mengurangi rasa lelah visual. Saat pekerjaan selesai, simpan kembali semua peralatan agar rumah kembali ke fungsi utamanya.

7. Bangun rutinitas kecil untuk memulai dan mengakhiri hari kerja

ilustrasi WFH (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi WFH (pexels.com/cottonbro studio)

WFH sering membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Maka itu, rutinitas kecil bisa membantu menandai awal dan akhir hari. Misalnya, menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”.

Setelah selesai bekerja, kamu bisa simpan alat kerja, matikan lampu meja, atau berpindah ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran ikut “ganti mode”. Rutinitas seperti ini tidak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami Anda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More