Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Agustina Beri Ide ke Ibu-Ibu Semarang Bikin Usaha dari Dapur Jadi UMKM

Kota Semarang
Agustina Beri Ide ke Ibu-Ibu Semarang Bikin Usaha dari Dapur Jadi UMKM
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (28/8/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong kader PKK menjadi penggerak ekonomi keluarga dengan mengolah potensi dari dapur, kebun kecil, dan keterampilan rumahan.
  • UP2K dinilai dapat mengembangkan aktivitas pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi UMKM produktif, dengan dukungan pendampingan, promosi, digitalisasi, dan akses pasar bagi pelaku usaha.
  • Pemkot Semarang memperkuat ekosistem Waras Ekonomi untuk menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan pemerintah, platform digital, media, mitra usaha, serta pasar lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Pemberdayaan keluarga tak harus menunggu program besar. Dari dapur rumah, kebun kecil, hingga keterampilan yang selama ini dikerjakan sebagai aktivitas sampingan, semuanya bisa menjadi pintu masuk untuk menambah penghasilan.

  1. 1. Dorong kader PKK jadi penggerak ekonomi keluarga

    pkk
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (28/8/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Pesan itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (28/8/2026).

    Mengusung tema “PKK Berdaya Tangguh Mandiri Menuju Semarang Semakin Hebat”, Agustina mendorong kader PKK tidak berhenti pada aktivitas sosial di lingkungan, tetapi ikut menjadi penggerak ekonomi keluarga.

    Menurutnya, posisi kader PKK yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga menjadi modal penting untuk menemukan potensi ekonomi yang selama ini mungkin belum digarap.

    “Pemberdayaan itu dimulai dari rumah. Dari rumah kita bisa membangun kesehatan, pangan, lingkungan, budaya sampai ekonomi keluarga,” kata Agustina.

  2. 2. UP2K pintu masuk kembangkan usaha rumahan

    pkk
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (28/8/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Agustina menyoroti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) sebagai salah satu pintu masuk untuk mengembangkan ekonomi berbasis rumah tangga.

    Kegiatan yang awalnya hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, menurut dia, dapat berkembang menjadi usaha produktif bahkan membuka lapangan ekonomi baru.

    Fenomena tersebut mulai terlihat dari semakin banyak kader PKK yang masuk ke dunia UMKM.

    “Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.

    Namun, Agustina menilai usaha rumahan tidak cukup hanya didorong untuk memproduksi barang. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut menemukan pasar dan mampu bertahan di tengah persaingan.

    Maka itu, ia ingin pemberdayaan keluarga terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas, mulai dari pendampingan, promosi, digitalisasi hingga akses pasar.

    Kota Semarang sendiri memiliki basis usaha mikro yang cukup besar. Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).

  3. 3. Siapkan ekosistem Waras Ekonomi

    pkk
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (28/8/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Untuk memperluas peluang tersebut, Agustina mengarahkan penguatan Waras Ekonomi sebagai ekosistem yang menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan berbagai kanal pengembangan usaha.

    Koneksinya tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga platform digital, media, mitra usaha hingga akses pasar.

    “Kalau kita bisa menghubungkan mereka dengan pasar, dengan media, dengan platform digital dan dengan mitra usaha, maka usaha yang dimulai dari rumah bisa mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih besar,” jelasnya.

    Pendekatan ini membuat PKK tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana program pemberdayaan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi masyarakat.

    Dengan akses pasar yang lebih luas, produk yang sebelumnya hanya berputar di lingkungan tetangga atau komunitas diharapkan bisa menjangkau konsumen yang lebih besar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More