Analisis Jokowi: Dunia Hadapi Tiga Kekacauan Besar,Semua Negara Pusing

- Jokowi menyoroti tiga disrupsi besar dunia: perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan revolusi teknologi AI serta robotik yang terjadi bersamaan dan membuat banyak negara kesulitan menjaga stabilitas.
- Perubahan iklim dan konflik global seperti perang Rusia-Ukraina serta ketegangan Timur Tengah memicu lonjakan harga energi, menambah tekanan ekonomi bagi berbagai negara termasuk Indonesia.
- Meski situasi global penuh tantangan, Jokowi menilai Indonesia masih stabil dan mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional agar mampu menghadapi gejolak dunia dengan soliditas bersama.
Surakarta, IDN Times - Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo, menyoroti situasi global yang saat ini penuh tekanan dan ketidakpastian. Ia menyebut ada tiga kekacauan besar atau disrupsi global yang terjadi secara bersamaan, sehingga membuat banyak negara kesulitan menjaga stabilitas.
Menurut Jokowi, kondisi ini membuat kepemimpinan negara menjadi semakin menantang, termasuk bagi Indonesia yang harus mampu bertahan di tengah gejolak dunia.
“Semua negara dalam situasi yang tidak gampang seperti sekarang ini ada tiga kekacauan besar ada tiga distrupsi besar yang kita hadapi pada saat yang bersamaan, yaitu tentang perubahan iklim yang pertama, yang kedua tentangan geopolitik, kemudian yang ketiga tantangan distrubsi teknologi karena adanya revolusi besar AI dan revolusi besar humanoid robotic yang itu datang pada dekade yang bersamaa,” ujar Jokowi dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan Youtuber Nusantara, di Solo, Sabtu (4/4/2026).
1. Ada tiga tantangan global saat ini.

Jokowi menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu disrupsi utama yang dihadapi dunia saat ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi juga berimbas pada ekonomi dan ketahanan pangan.
Ia menilai, krisis iklim menuntut semua negara untuk beradaptasi dengan cepat, sekaligus mencari solusi jangka panjang agar tidak semakin memperburuk kondisi global.
Selain itu, Jokowi menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang turut memperkeruh situasi global. Konflik seperti perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta ketegangan di Timur Tengah, dinilai menjadi sumber ketidakpastian.
Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk lonjakan harga energi dunia. Jokowi mencontohkan harga minyak yang sempat melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, jauh dari kisaran normal sebelumnya.
Kondisi ini, kata dia, membuat banyak negara “pusing” karena harus menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.
“Seperti negara kita ini karena hampir sekarang ini semua negara mengalami hal yang sama yaitu karena karena tantangan geopolitik. Saya tahu perang Rusia dan Ukraina belum selesai, ditambah Israel dengan Palestine ditambah lagi sekarang Israel Amerika dengan Iran yang menyebabkan ketidakpastian dunia dan Menyebabkan semua negara pusing,” ungkap Jokowi.
2. Disrupsi Teknologi AI dan Robotik

Disrupsi ketiga yang disoroti Jokowi adalah perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid. Ia menyebut revolusi teknologi ini terjadi dalam waktu bersamaan dengan krisis lainnya, sehingga menambah kompleksitas tantangan global.
Meski membawa peluang, Jokowi mengingatkan bahwa perkembangan AI juga berpotensi mengubah tatanan ekonomi dan dunia kerja secara drastis.
3. Jokowi Ajak Jaga Persatuan

Di tengah tekanan global tersebut, Jokowi menilai Indonesia masih mampu menjaga stabilitas, termasuk dalam hal harga energi. Ia menyebut harga BBM dalam negeri relatif tetap, berbeda dengan sejumlah negara lain yang mengalami kenaikan signifikan.
“Kemarin sore saya lihat harga minyak sudah mencapai 108 sampai 122 dollar per barrel angka yang tak mudah, dari sebelumnya hanya 60-70 artinya kenaikan ini sudah hampir dua kali lipat ini kalau diterus teruskan menghadapi ini semua negara gak akan kuat, tapi pemerintah kita dibawah Presiden Prabowo masih mampu mengendalikan dengan harga yang sama,” jelasnya.
“Di saat negara lain naik 40–60 persen, kita masih bisa menahan,” sambungnya.
Menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan nasional. Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi yang menimbulkan ketakutan berlebihan.
“Diposisi saat ini kekompakan perlu betul-betul kerukunana di negara kita perlu betul-betul persatuan kesatuan itu betul-betul dijaga betul. Jangan malah menakut-nakuti nanti dua tiga bulan lagi akan chaos,” pungkasnya.
Menurutnya, soliditas bangsa menjadi kunci utama agar Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global yang ada saat ini.



















