Lewat RUPST 2025, Bank BJB Bagikan Dividen Sebesar Rp900 Miliar

- Bank BJB menggelar RUPST 2025 secara hybrid dan memutuskan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau Rp85,54 per saham sebagai bentuk nilai tambah bagi pemegang saham.
- Tujuh agenda utama dibahas, termasuk pengesahan laporan keuangan, penunjukan auditor independen, perubahan anggaran dasar, serta pengangkatan direksi dan komisaris baru setelah persetujuan OJK.
- Sepanjang 2025, aset Bank BJB naik menjadi Rp221,3 triliun, menegaskan posisinya sebagai BPD terbesar di Indonesia dengan fokus pada inovasi teknologi dan dukungan ekonomi daerah.
Semarang, IDN Times - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara hybrid, Selasa (28/4/2026). Salah satu agenda penting, yaitu perseroan membagikan dividen sebesar Rp900 miliar kepada pemegang saham.
1. Berikan nilai tambah bagi pemegang saham

Pada kesempatan tersebut, Bank BJB mengundang seluruh pemegang saham untuk turut serta dalam forum strategis ini. RUPST menjadi wadah penting dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada arah dan pertumbuhan perusahaan ke depan.
Terdapat tujuh agenda utama yang dibahas dan diputuskan dalam RUPST kali ini. Agenda-agenda tersebut disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan, usulan pemegang saham utama, serta kepentingan strategis korporasi dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Agenda pertama, mencakup persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025. Agenda kedua, adalah penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2025 termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2025, yakni sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham. Kebijakan dividen tersebut menjadi bukti komitmen Bank BJB memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
2. Pengangkatan pengurus perseroan

Agenda ketiga, mengenai persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2025. Dewan Komisaris akan diberi kewenangan menunjuk auditor independen yang memenuhi kualifikasi, memiliki izin resmi, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Agenda keempat, menyangkut pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Bank BJB. Rencana ini merupakan bagian dari sistem mitigasi risiko untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi makro dan menjaga kesinambungan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, agenda kelima berisi perubahan anggaran dasar perseroan sehubungan dengan telah ditunjuknya bank bjb sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan atau PIKK. Agenda keenam yaitu perubahan struktur direksi Perseroan, yang dilakukan sehubungan dengan meningkatnya peran strategis teknologi informasi dalam mendukung transformasi.
Agenda terakhir, menyangkut pengangkatan pengurus Perseroan. Perubahan ini mencakup pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).
3. Aset Bank BJB meningkat menjadi Rp221,3 triliun

Deputy Corporate Secretary Bank BJB, Sani Ikhsan Maulana menyampaikan, perseroan mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Total aset meningkat menjadi Rp221,3 triliun, menjadikan Bank BJB sebagai BPD dengan aset terbesar di Indonesia.
‘’Capaian ini tidak terlepas dari penguasaan pasar yang kuat, dukungan teknologi yang terus ditingkatkan, serta kolaborasi erat dengan pemegang saham utama,’’ ungkapnya.
RUPST ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Bank BJB dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat dan Banten. Selain itu, juga terus berupaya memperluas jangkauan layanannya dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


















