Pembayaran Gaji Pegawai P3K Sumbang Pertumbuhan Kredit Konsumer BJB

- Kredit konsumer dari pembayaran gaji pegawai P3K jadi pendorong utama pertumbuhan Bank BJB dengan outstanding Rp74,8 triliun dan kualitas aset tetap terjaga baik.
- Transformasi digital lewat platform KGB Pisan mempercepat proses kredit end-to-end, meningkatkan produktivitas bisnis konsumer, serta mendukung laba bersih Rp1,15 triliun pada 2025.
- Total aset konsolidasi Bank BJB mencapai Rp221,4 triliun dengan penyaluran kredit Rp140,7 triliun; sinergi antar anak usaha terus diperkuat untuk efisiensi dan daya saing grup.
Semarang, IDN Times - Kinerja keuangan Bank BJB sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan positif. Pencapaian itu disumbang oleh kredit konsumer dari pembayaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
1. Segmen kredit konsumer jadi kontributor utama

Hal tersebut disampaikan dalam paparan kinerja Earning Call Full Year (FY) 2025 Bank BJB, Senin (16/3/2026) yang dihadiri oleh Direktur Keuangan BJB, Hana Dartiwan; Direktur Korporasi dan UMKM, Mulyana; Direktur Konsumer dan Ritel, Nunung Suhartini; serta Deputy Corporate Secretary, Sani Ikhsan Maulana.
Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia mengatakan, pada bank only, segmen kredit konsumer tetap menjadi kontributor utama dengan outstanding mencapai Rp74,8 triliun. Kualitas aset pada segmen ini terjaga sangat baik dengan tingkat NPL rendah dan margin yang sehat.
‘’Potensi pertumbuhan juga tetap terbuka seiring peningkatan jumlah pegawai P3K di Jawa Barat dan Banten yang mencapai sekitar 504 ribu orang pada Juni 2025, sehingga memperluas basis pasar payroll Bank BJB,’’ ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
2. Transformasi digital tingkatkan bisnis konsumer

Adapun, percepatan transformasi digital melalui pengembangan platform KGB Pisan mendukung pengajuan kredit baru secara end-to-end digital bagi nasabah payroll BJB. Proses kredit yang sepenuhnya digital turut meningkatkan produktivitas dan skalabilitas bisnis konsumer.
Selain itu, BJB juga tetap melakukan ekspansi secara terukur pada segmen korporasi dan komersial yang difokuskan pada proyek berbasis ekosistem daerah sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk mencapai Rp1,15 triliun. Momentum perbaikan kinerja Triwulan IV juga berlanjut pada awal 2026 dan menjadi indikasi positif bagi pemulihan pertumbuhan laba ke depan.
3. Aset Bank BJB capai Rp221,4 triliun

Sementara, stabilitas sistem keuangan domestik pada akhir 2025 relatif terjaga dan tetap kondusif bagi sektor perbankan, membuka ruang pemulihan intermediasi perbankan.
Secara konsolidasi, total aset Bank BJB pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp221,4 triliun. Penyaluran kredit termasuk pembiayaan mencapai Rp140,7 triliun, dengan kontribusi perusahaan anak sebesar Rp28,8 triliun dan bank only sebesar Rp111,9 triliun.
Selain itu, BJB juga terus memperkuat sinergi bisnis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB), kinerja anak perusahaan memberikan kontribusi aset sebesar Rp42,8 triliun atau sekitar 18 persen dari total aset konsolidasi Grup BJB. Ke depan, BJB akan terus memperkuat sinergi bisnis dan efisiensi operasional melalui skema sharing fee serta kolaborasi produk guna meningkatkan profitabilitas dan daya saing grup secara berkelanjutan.

















