Kondisi ini juga berdampak pada masuknya investasi ke Jawa Tengah. Buyer dari luar negeri memilih menunda bisnis ke Jawa Tengah karena virus corona.
Frans yang juga Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan Tenaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah ini menjelaskan, sejak virus corona merebak dunia industri khususnya manufaktur lesu, karena buyer menahan diri untuk melakukan bisnis ke Jateng.
"Pesanan dari luar mulai berkurang. Ya, meskipun bisa pesan secara online tapi kadang mereka lebih mantap dengan datang sendiri. Maka itu, pengusaha sekarang semaksimal mungkin untuk mencari pasar baru baik di dalam atau luar negeri," katanya.