Angin Kencang di Banyumas, Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga Pekuncen

- Pohon pete tumbang timpa rumah warga di Desa Tumiyang, menyebabkan kerusakan serius dan merusak bangunan tarub di Masjid Al Ikhlas.
- TNI dan tim gabungan membersihkan material rusak dengan bahu membahu, serta mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap pohon besar yang berpotensi tumbang.
- Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama pada malam hari ketika angin bertiup lebih kuat, sementara pemerintah desa bersama aparat setempat terus memantau kondisi lapangan.
Banyumas, IDN Times - Cuaca ekstrem kembali menguji ketahanan warga Banyumas. Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Banyumas selama tiga hari terakhir menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Peristiwa ini terjadi di Desa Tumiyang dan Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Jawa Tengah, dengan dampak kerusakan yang cukup signifikan, Jumat (23/1/2026).
Hembusan angin yang datang tiba-tiba dan berlangsung cukup lama membuat warga tak sempat bersiap. Puluhan rumah dilaporkan terdampak, sebagian di antaranya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon berukuran besar.
1. Pohon pete tumbang timpa rumah warga

Di Desa Tumiyang, dua rumah warga mengalami kerusakan cukup serius setelah tertimpa pohon pete berukuran besar yang tumbang akibat terpaan angin. Atap rumah rusak, genteng berjatuhan, dan sebagian bangunan tak lagi aman untuk ditempati sementara waktu.
Tak hanya rumah warga, bangunan tarub yang disiapkan untuk kegiatan pengajian di Masjid Al Ikhlas juga roboh diterjang angin kencang. Peristiwa ini membuat warga setempat harus menunda sejumlah aktivitas keagamaan dan sosial.
Salah satu warga terdampak, Kiswan, mengaku kejadian berlangsung sangat cepat. Saat itu, ia tengah berada di dalam rumah ketika angin kencang disertai suara gemuruh datang tanpa peringatan. "Saya di dalam rumah, tiba-tiba dengar suara keras seperti gemuruh. Tidak lama kemudian genteng rumah langsung berjatuhan,"ujar Kiswan.
Menurutnya, pohon pete yang tumbang diduga sudah mengalami pelapukan pada bagian akar, sehingga tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material tak bisa dihindari.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Semedo, di mana satu rumah warga turut mengalami kerusakan akibat pohon tumbang. Warga setempat mengaku angin bertiup sangat kencang, terutama pada malam hingga dini hari, membuat situasi semakin mencekam.
2. TNI dan tim gabungan langsung bersihkan material rusak

Menindaklanjuti laporan warga, aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan unsur terkait langsung mendatangi lokasi kejadian. Dipimpin oleh Danramil 15 Pekuncen, Lettu Inf Joko Sehono, aparat bersama warga bahu membahu melakukan kerja bakti membersihkan pohon tumbang dan material bangunan yang rusak.
"Kami dari TNI bersama aparat terkait langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Kami bersama masyarakat, Polri, dan unsur terkait melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan pohon tumbang," kata Joko Sehono.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi rumah yang berada di dekat pohon besar.
"Jika ada pohon besar yang berpotensi tumbang, sebaiknya segera dipangkas atau ditebang untuk mencegah kejadian serupa," tambahnya.
3. Waspadai cuaca ekstrem terutama malam hari

Hingga saat ini, angin kencang masih terjadi di sejumlah wilayah Banyumas. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari ketika angin bertiup lebih kuat. Potensi bencana susulan masih terbuka, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga sabtu siang.
Pemerintah desa bersama aparat setempat terus memantau kondisi lapangan dan mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar rumah saat angin kencang melanda, serta memastikan lingkungan sekitar rumah aman dari pohon-pohon rawan tumbang.


















