Semarang, IDN Times - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta memprediksi beban puncak pasokan listrik pada momen Hari Idulfitri mencapai 5.194 MW. Adapun, dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik tersebut, sebanyak 4.085 personel akan diterjunkan untuk di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Beban Puncak Listrik Saat Lebaran di Jateng Diprediksi Capai 5.194 MW

1. Amankan kelistrikan di 342 lokasi prioritas
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Mochamad Soffin Hadi mengatakan, pihaknya berkomitmen menyalurkan listrik yang andal saat momen Lebaran. Sehingga, masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk juga menikmati momen berkumpul dengan keluarga dan kerabat tercinta.
"PLN siap mengamankan kelistrikan dalam momen Idulfitri 1445 H di wilayah Jawa Tengah dan DIY, termasuk 342 lokasi prioritas yang meliputi masjid, kantor instansi pemerintahan, pusat transportasi, tempat wisata dan rest area. Kami berharap masyarakat dapat menikmati ibadah dan momen kebersamaan kerabat, terlebih di Jawa Tengah dan DIY yang seringkali menjadi destinasi tujuan pemudik terbanyak." ungkapnya, Jumat (5/4/2024).
Berdasarkan proyeksi konsumsi daya selama periode Lebaran di Jateng dan DIY, pasokan daya yang dimiliki PLN cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik selama pada momen tersebut di Jawa Tengah dan DIY. Adapun, prediksi beban puncak tertinggi selama bulan April atau momen Lebaran sebesar 5.194 MW dan cadangan daya 2.622 MW atau masih 33 persen.
2. Siapkan 122 posko siaga keandalan listrik
‘’Terkait pasokan itu kami telah melakukan inspeksi dan pemeliharaan aset secara preventif sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi jaringan distribusi listrik aman.” tuturnya.
Selanjutnya, dalam periode siaga Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 19 April 2024, PLN juga menerjunkan sebanyak 4.085 personel. Pengamanan personel gabungan tersebut terdiri dari pegawai, petugas pelayanan teknik, petugas Unit Reaksi Cepat, petugas Command Center, hingga petugas keandalan di Gardu Induk yang siaga selama 24 jam memastikan keandalan pasokan listrik ke rumah pelanggan.
Kemudian, PLN UID Jawa Tengah dan DIY juga mempersiapkan 122 posko siaga keandalan listrik. Posko tersebut tersebar di wilayah Jateng dan DIY, yakni meliputi 79 Posko Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN, 14 Posko Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), 10 Lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) Tol, 17 Posko Non Tol dan dua posko tempat wisata.
3. Pengamanan kelistrikan di pulau Karimunjawa
Untuk mendukung keberadaan posko tersebut, PLN juga menyiapkan sejumlah material pendukung pada periode siaga, seperti 84 genset, 154 Unit Gardu Bergerak (UGB), 40 Uninterruptible Power Supply (UPS), 74 crane, 14 Unit Kabel Bergerak (UKB) dan 316 mobil dan 425 motor.
‘’Kami juga melakukan pengamanan kelistrikan di pulau yang berlokasi di Jawa Tengah seperti Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Genting, Pulau Nyamuk dengan ketersediaan pasokan energi rata-rata di atas 20 hari operasional (HOP),’’ tandas Soffin.