Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Ada Kasus Superflu di Semarang, Warga Diminta Tetap Waspada

gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
Intinya sih...
  • Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan belum ada kasus Superflu subclade K di Semarang.
  • Warga diminta tetap waspada meskipun belum ada temuan kasus tersebut.
  • Kota Semarang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Semarang mengungkapkan hingga saat ini belum ada temuan kasus Superflu subclade K di Ibu Kota Jawa Tengah. Kendati demikian, warga Kota Semarang diminta untuk tetap waspada.

1. Semarang masih nol kasus Superflu

Kepala Dinas Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan atau mendapat laporan terkait kasus Superflu subclade K.

‘’Kami telah mengirimkan sejumlah contoh pemeriksaan ke laboratorium nasional. Namun, hasilnya negatif terhadap subclade K,’’ ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

Menurut Hakam, Superflu merupakan virus influenza tipe A, yang sama seperti flu musiman yang biasa terjadi di masyarakat. Hanya saja, Superflu ini memiliki subclade atau turunan virus

“Superflu itu sebetulnya sama dengan influenza tipe A, sama persis. Yang membedakan adalah subclade K-nya. Jadi variannya tetap tipe A, hanya subclade-nya saja yang K,” jelasnya.

2. Bersikap tenang bila alami gejala mirip Superflu

ilustrasi orang sakit influenza (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi orang sakit influenza (pexels.com/Gustavo Fring)

Untuk diketahui, penyebaran virus Superflu ini lebih cepat, sehingga masyarakat diminta tidak panik dan tetap bersikap tenang apabila mengalami gejala mirip Superflu.

‘’Superflu merupakan virus influenza tipe A, sama seperti flu yang biasa terjadi saat musim hujan. Bedanya, terletak pada subclade-nya, yakni subclade K, yang dilaporkan memiliki tingkat penularan lebih tinggi,’’ kata Hakam.

Dengan demikian, bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi baik antarwilayah maupun antarnegara, harus lebih waspada dan berhati-hati karena penularan virus sangat cepat.

"Sekarang ini orang mobilisasinya sangat luar biasa ya, pagi di Semarang, siang-siang sudah di Malaysia atau siang di Semarang, sore sudah sampai di Singapura misalnya,’’ ujar Hakam.

3. Terapkan protokol kesehatan

ilustrasi protokol kesehatan (unsplash.com/Ashkan Forouzani)
ilustrasi protokol kesehatan (unsplash.com/Ashkan Forouzani)

Nah, lanjut dia, mobilisasi seseorang yang sangat luar biasa ini juga memiliki tingkat penularan yang tinggi.

‘’Maka, kalau mulai merasakan gejala seperti tenggorokan tidak nyaman, flu, atau badan terasa tidak enak, langkah terbaik adalah menghentikan aktivitas dan beristirahat di rumah. ‘Me time’ untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh,’’ terangnya.

Sementara, untuk mencegah Superflu, Dinkes menganjurkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker terutama saat sedang sakit atau berada di tempat ramai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Dua Tersangka Kasus Ijazah Palsu Temui Jokowi, Gelar Pertemuan Tertutup

08 Jan 2026, 20:08 WIBNews