Bhiksu Thudong singgah di Pura Mangkunegaran Solo dalam perjalanannya ke Candi Borobudur. (IDN Times/Larasati Rey)
Dalam sambutannya, Bante Tejapunno Mahathera juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga pikiran positif serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami selalu juga menyerukan supaya kita semuanya senantiasa berpikir jernih, berpikir dengan positif, bertutur kata dengan bijak, berperilaku dengan bajik, untuk manfaat kebaikan, kebahagiaan yang menjadi harapan kita semua. Semoga kebajikan yang kita lakukan ini juga selain membawa manfaat bagi diri sendiri, juga membawa manfaat bagi lingkungan, bagi masyarakat, bagi bangsa, negara, dan bahkan bagi perdamaian dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, KGPAA Mangkunegara X mengaku merasa terhormat dapat menerima kunjungan para biksu dari Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia di Pura Mangkunegaran.
“Yang Mulia para bhante, para tamu yang kami hormati dari Malaysia, Laos, Thailand, dan Indonesia. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Anda sekalian di kota kami, Kota Solo, di Pura Mangkunegaran, dalam rangkaian perjalanan suci ini sebagai persiapan menyambut perayaan Waisak,” terangnya.
Menurutnya, perjalanan spiritual para biksu yang melintasi berbagai daerah menjadi simbol keteguhan sekaligus pesan perdamaian.
“Atas nama masyarakat Solo, kami menyampaikan rasa hormat dan takzim yang setinggi-tingginya kepada para biksu yang terhormat atas dedikasi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjalankan perjalanan spiritual yang panjang ini. Mulai dari Denpasar, melintasi pulau, kota-kota, dan desa-desa, hingga akhirnya tiba di Surakarta hari ini,” pungkasnya.