Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Untuk Kurangi Hujan di Demak
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat breafing bersama jajaran terkait untuk atasi banjir Demak-Kudus. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Demak, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan mengoperasikan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Kabupaten Demak.

Melalui teknik modifikasi cuaca, gumpalan awan yang mengandung air dialihkan. Agar tidak jatuh di hulu Sungai Sriwulan.

"Ini dilakukan dalam rangka untuk mengalihkan gumpalan awan yang mengandung air, untuk dialihkan ke tempat lain. Alhamdulillah hari ini cuaca cerah dan sungai pun sudah mulai mengarah ke normal, walaupun masih tinggi," ujar Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Sabtu (17/2/2024).

1. Banjir Demak-Kudus mulai berkurang

antarajateng

Adapun untuk jalan pantura Demak-Kudus yang beberapa hari terakhir ini ditutup karena terendam banjir, kondisinya sudah mulai menyurut. 

Untuk saat ini sejumlah warga yang sebelumnya berada di pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka, katanya sudah mulai membersihkan sekitar rumah huniannya. 

2. Dua tanggul yang jebol di Sungai Wulan sudah diatasi

Nana mengatakan, berdasarkan tinjauan yang dilakukan, dua titik tanggul Sungai Wulan yang jebol sudah teratasi. 

“Kedua tanggul yang jebol sudah bisa ditutup. Awalnya sifatnya sementara,  saat ini sedang dilakukan penguatan, kurang lebih dua hari lagi  tanggul ini sudah kuat,” kata Nana di sela tinjauannya di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak. 

3. Banjir disedot pakai 27 pompa

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama BPBD dan tim teknis lainnya saat memantau perbaikan tanggul Sungai Sriwulan Demak. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Saat ini, banjir yang merendam rumah warga juga sudah mulai surut. Banjir di pemukiman warga tingginya tinggal 10 sentimeter sampai 50 sentimeter. 

Untuk mengatasi genangan di area pemukiman warga, ada sebanyak 27 pompa air yang dioperasikan, jumlah itu berasal dari Kementerian PUPR, BNPB, maupun BPBD. Genangan air itu disedot dan dialihkan kembali ke sungai. 

"Dalam penanganan ini, kami dibantu dari PUPR ada sekitar 22 pompa air, kemudian ditambah 5 dari BNPB dan BPBD. Kami terus melakukan langkah-langkah pemompaan air dan penyedotan air untuk dibuang ke sungai," tutur Nana. 

Editorial Team

Related Article