Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPOM: Takjil yang Dijual di Kawasan MAJT Semarang Mengandung Formalin

BPOM: Takjil yang Dijual di Kawasan MAJT Semarang Mengandung Formalin
Petugas BPOM menunjukkan bolu, kerupuk dan bakso mengandung rhodamin B. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Sejumlah makanan takjil yang dijual di sekitar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang kedapatan mengandung zat formalin. Temuan tersebut muncul saat tim BPOM menggelar uji kandungan bahan makanan yang dijual para pedagang takjil di lokasi tersebut. 

"Untuk uji takjil dilakukan sampel, ada 222 yang diuji bahan berbahaya. Saat ini yang dicek lokasinya di Jalan Imam Barjo ada 10 sampel, 20 di sini (MAJT) dan sisanya di Kalibanteng. Yang di MAJT ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya. Ada mi basah dan bakso mengandung formalin," ujar Woro Puji Hastuti, petugas bagian pengawasan dan pemeriksaan BPOM Semarang, Jumat (5/4/2024). 

1. Ada bolu dan kerupuk mengandung rhodamin B

Petugas BPOM memeriksa satu persatu makanan takjil yang dijual di sekitar MAJT. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Petugas BPOM memeriksa satu persatu makanan takjil yang dijual di sekitar MAJT. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia mengungkapkan ketika pengecekan dilakukan pada takjil lainnya, juga ditemukan roti bolu dan kerupuk yang sudah terkontaminasi zat pewarna tekstil jenis rhodamin B. 

Ia mengatakan zat rhodamin B merupakan kandungan unsur kimia yang berbahaya karena bisa memicu kanker pada tubuh. Apabila masyarakat hendak berburu takjil untuk berbuka puasa, ia menyarankan supaya ekstra hati-hati. Caranya dengan mengecek ulang pewarna pada kue yang dijual pedagang apakah warnanya ngejreng atau tidak. 

"Ada dua sampel lagi yang mengandung rhodamin B. Yaitu bolu dan kerupuk. Makanya masyarakat yang sering nyari takjil sebaiknya hati-hati. Karena warna roti yang dicampur rhodamin biasanya kelihatN ngejreng dan tidak mudah hilang pas kena air. Ini menunjukkan zat pewarna yang dilarang," terangnya. 

"Rhodamin B juga pemicu kanker bila terus menerus orang mengonsumsinya. Kandungan zatnya bisa menimbulkan sel ganas. Masyarakat hati-hati dan musti pilih produk yang aman," tambahnya. 

2. BPOM cek takjil sejumlah tempat

Sampel makanan takjil yang diperiksa BPOM Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sampel makanan takjil yang diperiksa BPOM Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih lanjut, menjelang mudik Lebaran 2024, BPOM Semarang semakin menggiatkan pengawasan takjil yang dijual para pedagang di jalan raya. 

Selain di MAJT, pengecekan makanan takjil juga tersebar di Alun-alun Kauman, beberapa pasar di Blora dan tempat keramaian umum lainnya. 

3. Makanan yang dijual jelang Lebaran beresiko kedaluwarsa

Ilustrasi membeli takjil di Festival Kuliner Ramadan Mega Mall, Manado, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi
Ilustrasi membeli takjil di Festival Kuliner Ramadan Mega Mall, Manado, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi

Pihaknya melibatkan petugas Dishanpan Jateng, Dishanpan Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang. Pengawasan takjil mulai 4 Maret sampai 18 April atau setelah Lebaran. "Karena jelang hari raya kebutuhan pangan meningkat tajam. Biasanya yang beredar produk-produk tanpa izin edar dan kedaluwarsa," akunya. 

Bagi pedagang yang tepergok menjual takjil dengan zat kimia berbahaya, pihaknya meminta mereka menyingkirkan barang dagangannya itu. "Kita minta pedagang perhatikan pada temuan produk ini. Kita minta disisihkan jangan dijual. Dan jangan dibeli lagi di tempat distributor," paparnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Sungai Plumbon dan Silandak Meluap, Banjir Landa Tugu hingga Ngaliyan

16 Mei 2026, 14:04 WIBNews